<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3329877874722483145</id><updated>2012-01-10T05:47:46.781-08:00</updated><category term='Polog'/><category term='Artikel'/><category term='Teater'/><category term='Lutung Kasarung'/><category term='Download Naskah Drama Gratis'/><category term='Art'/><category term='Hari Teater Sedunia'/><category term='JAKARTA BERLIN ART FESTIVAL'/><category term='seni'/><title type='text'>TEATER PELANGI KARAWANG</title><subtitle type='html'>Menggapai Asa Dalam Ikatan Warna</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09801804454912673783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-LA9LTddfKPI/ThIC6ihr5gI/AAAAAAAAAMM/7KzQjsL1Tdo/s220/faisal%2Bmuchtar.jpeg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3329877874722483145.post-4412486156177624043</id><published>2011-07-13T06:15:00.000-07:00</published><updated>2011-07-13T09:31:33.412-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JAKARTA BERLIN ART FESTIVAL'/><title type='text'>JAKARTA BERLIN ART FESTIVAL (ROAD SHOW 7 KOTA)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-nlsyjTVDXzQ/Th2aEiHK2wI/AAAAAAAAASA/AxJbb4dNTB8/s1600/flyer+copy.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-nlsyjTVDXzQ/Th2aEiHK2wI/AAAAAAAAASA/AxJbb4dNTB8/s200/flyer+copy.jpg" width="116" /&gt;&lt;/a&gt;Dunia seni pada saat ini tengah mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik dalam bentuk, ide, karya maupun medianya, tentunya hal ini berkaitan erat dengan perkembangan teknologi, sistem dan media informasi global yang deras menerjang garis batas komunitas masyarakat dunia. &lt;br /&gt;Begitupun dengan medium seni pertunjukan muncul dalam berbagai varian dan bentuk hadir dalam kemasan pertunjukan yang menjadi medium ungkapan kreatifitas seniman dalam mengkomunikasikan ide dan gagasannya dalam ruang ekspresi yang utuh.&lt;br /&gt;Ruang apresiasi (ruang tontonan) yang berkualitas menjadi kebutuhan utama bagi tercipta dan lebih berkembangnya ide dan kreatifitas didalam mengemas bentuk seni pertunjukan (music, tari, teater,film dll).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dengan kelompok Teater Pantomim SENA DIDI MIME yang membawa oleh-oleh dari hasil pementasan internasionalnya di “JAKARTA BERLIN ARTS FESTIVAL 2011”, dapat dijadikan bench mark (tolak ukur) bagi seniman seni pertunjukan yang berada di karawang didalam mengemas bentuk pertunjukan yang berkualitas dan mampu menghadirkan pesan yang komunikatif sarat dengan symbol dan estetika kedalam ruang apresiasi penonton.&lt;br /&gt;Tak dapat dipungkiri keberadaan seniman seni pertunjukan tradisional butuh sebuah pencerahan dan pembelajaran bagi perkembangan seni pertunjukan tradisional yang akan mampu menghidupi dirinya dengan asupan pengetahuan dari proses pengkemasan seni pertunjukan yang professional dan dapat diterima oleh penonton sesuai dengan kondisi jamannya (contemporary).&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Ini memungkinkan untuk munculnya kreator-kreator seni pertunjukan yang mampu mengadaftasi perkembangan teknologi dengan kepekaan sosial secara komprehensif dalam menggarap karyanya sehingga dapat mengangkat entitas kearifan budaya lokal dalam kemajemukan budaya.&lt;br /&gt;Seni sekarang sudah mendapatkan perhatian dan porsi yang sangat layak, seni pun turut serta dalam membangun karakter budaya dalam khasanah kehidupan. Kita sepakat bahwa kebebasan berkarya dan berkreasi merupakan unsur yang utama dalam kehidupan&lt;br /&gt;berkesenian, tapi ini harus berlandaskan pada dua unsure penting yaitu etika dan estetika yang dapat dipertanggungjawabkan. &lt;br /&gt;Hadirnya karya seni pertunjukan yang berkualitas sangat di butuhkan dalam ruang seni pertunjukan modern karawang, pagelaran teater pantomime seperti “SAPU DI TANGAN” dari Sena Didi Mime dapat menjadi suatu hal baru dalam ruang pertunjukan karawang, dan menjadi angin segar bagi perkembangan seni pertunjukan terlebih khusus bagi seniman-seniman seni pertunjukan yang haus akan ilmu pengetahuan dan pengalaman dalam ruang pertunjukan yang berskala internasional. &lt;br /&gt;Atas dasar tersebut kami West Java, Art &amp;amp; Management peduli terhadap perkembangan dan pembinaan seniman muda dalam seni dan khususnya dalam ruang seni pertunjukan karawang. &lt;br /&gt;Kami &lt;a href="http://traditionalmusicinstrument.blogspot.com/2011/07/west-java-art-management.html"&gt;WEST JAVA, Art &amp;amp; Management&lt;/a&gt;&amp;nbsp; membangun ruang ekspresi dan apresiasi dengan menyelenggarakan sebuah pagelaran teater pantomime SENA DIDI MIME dengan judul “SAPU DI TANGAN” yang sasaranya adalah para Pelajar , Mahasiswa dan umum. &lt;br /&gt;“SAPU DI TANGAN” merupakan pertunjukan teater pantomim yang pertama dan terbesar di karawang ini bekerja sama dengan KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Kab. Karawang, KOSIM (Komunitas Seniman Muda Karawang), Karawang Citra Televisi (KCTV),Komunitas Blogger Karawang (&lt;a href="http://www.bloggerkarawang.net/"&gt;BLOGKAR&lt;/a&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PENTAS TEATER PANTOMIM SENA DIDI MIME &lt;br /&gt;”SAPU DI TANGAN”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;16 Juli 2011 20.00 s/d 21.30 &lt;br /&gt;Tempat: Gd.DPRD Kab. Karawang&lt;br /&gt;“Workshop Seni Pertunjukan Bersama Didi Petet”&lt;br /&gt;16 Juli 2011 09.00 s/d 10.30&lt;br /&gt;Tempat: Gd.Graha Pemuda KNPI Karawang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;UNTUK UNDANGAN &amp;amp; RESERVASI DAPAT DI PEROLEH DI:&lt;br /&gt;Gd.Graha Pemuda KNPI Karawang&lt;br /&gt;Saung Beureum (Rengas Dengklok)&lt;br /&gt;JOHAR PUTRA INTERNET&lt;br /&gt;contack person: &lt;br /&gt;Dery: 087779127614,&lt;br /&gt;Eka Priadi kusumah: 081317940733&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3329877874722483145-4412486156177624043?l=teaterpelangi-karawang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/feeds/4412486156177624043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3329877874722483145&amp;postID=4412486156177624043' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/4412486156177624043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/4412486156177624043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/2011/07/jakarta-berlin-art-festival-road-show-7.html' title='JAKARTA BERLIN ART FESTIVAL (ROAD SHOW 7 KOTA)'/><author><name>Sastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09801804454912673783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-LA9LTddfKPI/ThIC6ihr5gI/AAAAAAAAAMM/7KzQjsL1Tdo/s220/faisal%2Bmuchtar.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-nlsyjTVDXzQ/Th2aEiHK2wI/AAAAAAAAASA/AxJbb4dNTB8/s72-c/flyer+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3329877874722483145.post-6640828528762333649</id><published>2011-03-22T17:42:00.001-07:00</published><updated>2011-07-13T13:13:10.975-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Teater Sedunia'/><title type='text'></title><content type='html'>Mengenai Hari Teater Sedunia 27 Maret 2011 (Wold Theatre Day 2011)&lt;br /&gt;“HARI TEATER SEDUNIA diciptakan pada tahun 1961 oleh Institut Teater Internasional (ITI). Hari Teater Sedunia dirayakan setiap tahun pada tanggal 27 Maret oleh pusat ITI dan komunitas teater internasional. Berbagai kegiatan teater nasional dan internasional diatur untuk menyemarakkan peristiwa ini. Salah satu hal yang terpenting dari acara ini adalah mengedarkan Pesan Internasional Hari Teater Sedunia yang disampaikan oleh ITI, sebuah figur dunia yang dihormati untuk membagi refleksinya akan tema Teater dan Budaya Perdamaian.”&lt;br /&gt;Institut Teater Internasional sendiri merupakan organisasi non-pemerintah yang didirikan di Prague pada tahun 1948 oleh UNESCO untuk mendukung pertukaran internasional dalam bidang drama, kehadirannya telah mempertebal perdamaian di antara bangsa-bangsa.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1970, UNESCO telah menghubungkan teater dengan perkembangan sosial ekonomi negara. Beberapa dari proyeknya yang sukses antara lain: membawa para artis yang termasuk dalam kelompok masyarakat yang bersengketa bersama-sama bekerja dalam workshop yang diselenggarakan di daerah netral (proyek yang dikembangkan di Mesir, Bangladesh, Cyprus, Sudan, dll…); menolong anak-anak muda yang terbelakang dan cacat dengan memberi keterampilan tentang teater professional (proyek yang dikembangkan di Filipina); dan menyampaikan informasi tentang tema-tema lain seperti membasmi HIV/AIDS atau mempromosikan persamaan gender (proyek yang dikembangkan di daerah pedesaan terpencil begitu pula di daerah perkotaan Burkina Faso, Senegal, dan Meksiko).&lt;br /&gt;“Teater mencapai kedalaman tersembunyi dari jiwa manusia, dan membuka harta karun tersembunyi yang terbaring dalam jiwa manusia.” Begitu pula tempatnya di masyarakat teater adalah “suatu alat pemersatu dimana orang dapat menyebarluaskan cinta dan perdamaian.”(Pesan internasional Dr. Sultan Bin Mohammed Al Qasimi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas Nama  Keluarga Besar Teater pelangi Karawang Mengucapkan “Selamat Hari Teater Sedunia”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3329877874722483145-6640828528762333649?l=teaterpelangi-karawang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/feeds/6640828528762333649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3329877874722483145&amp;postID=6640828528762333649' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/6640828528762333649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/6640828528762333649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/2011/03/mengenai-hari-teater-sedunia-27-maret.html' title=''/><author><name>Sastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09801804454912673783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-LA9LTddfKPI/ThIC6ihr5gI/AAAAAAAAAMM/7KzQjsL1Tdo/s220/faisal%2Bmuchtar.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3329877874722483145.post-869112589515903173</id><published>2011-01-04T10:45:00.000-08:00</published><updated>2011-01-04T10:45:03.599-08:00</updated><title type='text'>SURAT DARI KEKASIH KU</title><content type='html'>................................................................................................................................................................................................................&lt;br /&gt;Ya, kita pernah terlahir sebagai orang timur, namun orangtua kita terlalu bodoh untuk membiarkan kita mengenal sesuatu berbau barat di kota. Ya secantik apapun aku, toh panggilanku sasa, merek bumbu masak. Barangkali makanan menjadi enak karenanya, tapi sekaligus, kita tak akan pernah menjadi bangga hanya karena mengantongi bumbu masak di tas kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku, yang terlahir sebagai putri tunggal, sungguh tak pernah melihat sebuah larangan dan kekangan. Terima kasih, telah memberitahuku, bahwa tak semua bagian dunia memanjakanku, dan bertrimakasihlah padaku, sebab telah memberitahumu bahwa di dunia ini tak semua orang tangguh dan bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup sudah pelajaran darimu.&lt;br /&gt;Sekarang saatnya aku berguru pada guru yang sebenarnya, Kehidupan&lt;br /&gt;Dan maaf, di sekolah kehidupanku, tak ada yang bernama kau, sebab aku memang harus terpisah dengannya. &lt;br /&gt;Di rahimku ada bayi. Catatlah di buku harian tembok kamarmu, bahwa ini anakku dan anakmu.&lt;br /&gt;Demi dia, aku pergi. Aku tak ingin dia dekat dengan ayahnya, Andai dia Lelaki, aku hanya ingin dia tumbuh bukan menjadi sepertimu,  Andai dia perempuan, dia tak boleh ketagihan lelaki semasa dewasa nanti. Percayalah, aku akan terus mengintaimu, aku akan terus mengetahui di mana kamu berada, tak boleh hilang, karena aku ingin suatu saat nanti, jika saatnya tiba, aku dan anak kita akan datang padamu. Kawinlah dengan wanita lain jika kau mau. Jangan lupa bilang padanya, kau sudah punya anak, di suatu tempat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3329877874722483145-869112589515903173?l=teaterpelangi-karawang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/feeds/869112589515903173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3329877874722483145&amp;postID=869112589515903173' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/869112589515903173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/869112589515903173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/2011/01/surat-dari-kekasih-ku.html' title='SURAT DARI KEKASIH KU'/><author><name>Sastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09801804454912673783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-LA9LTddfKPI/ThIC6ihr5gI/AAAAAAAAAMM/7KzQjsL1Tdo/s220/faisal%2Bmuchtar.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3329877874722483145.post-6819623099022973221</id><published>2010-12-26T07:38:00.000-08:00</published><updated>2010-12-26T07:42:00.124-08:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan Budayawan Sunda Hidayat Suryalaga</title><content type='html'>Budayawan Sunda Hidayat Suryalaga, 69 tahun, meninggal dunia di Rumah Sakit Sato Yusuf, Bandung, Sabtu (25/12) dinihari. Almarhum yang biasa disapa Abah Surya itu meninggal karena penyakit liver.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rita Suryalaga, ayahnya dilarikan ke rumah sakit Jumat (24/12) sore setelah muntah-muntah. Hidayat langsung dirawat di ruang Intensive Care Unit. “Padahal sebelum itu dalam keadaan sehat, tidak ada keluhan apa-apa,” ujarnya saat dihubungi Tempo di rumah duka, Sabtu (25/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengidap penyakit itu sejak lama, Hidayat akhirnya meninggal sekitar pukul 00.02 WIB, Sabtu dinihari tadi. Siang ini, kata Rita, almarhum akan dimakamkan di pemakaman umum yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah duka di Jalan Sukaasih Atas V nomor 348, Ujungberung, Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulusan Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran pada 1986 itu sempat menjadi dosen sastra dan penulis. Beberapa karyanya antara lain 36 judul naskah drama Sunda, seperti Tonggeret Banen (1967) dan Tukang Asahan (1978). Lakon itu pernah dipentaskan Teater Kiwari yang didirikan Abah Surya pada ahun 1975. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain naskah drama, ia juga menulis naskah gamelan, puisi, dan sajak sunda, serta membuat buku pelajaran Bahasa Sunda untuk tingkat SMP. Abah Surya pun selama 15 tahun tekun mengerjakan pembacaan arti Al-Qur’an dengan bahasa Sunda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di kutip dari TEMPO Interaktif, Bandung -&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_fqftmysoEg4/TRdiKtIxf_I/AAAAAAAAAJc/ueqHTJfYZR8/s1600/Hidayat%2BSuryalaga.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="182" width="93" src="http://1.bp.blogspot.com/_fqftmysoEg4/TRdiKtIxf_I/AAAAAAAAAJc/ueqHTJfYZR8/s320/Hidayat%2BSuryalaga.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3329877874722483145-6819623099022973221?l=teaterpelangi-karawang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/feeds/6819623099022973221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3329877874722483145&amp;postID=6819623099022973221' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/6819623099022973221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/6819623099022973221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/2010/12/selamat-jalan-budayawan-sunda-hidayat.html' title='Selamat Jalan Budayawan Sunda Hidayat Suryalaga'/><author><name>Sastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09801804454912673783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-LA9LTddfKPI/ThIC6ihr5gI/AAAAAAAAAMM/7KzQjsL1Tdo/s220/faisal%2Bmuchtar.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fqftmysoEg4/TRdiKtIxf_I/AAAAAAAAAJc/ueqHTJfYZR8/s72-c/Hidayat%2BSuryalaga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3329877874722483145.post-8749252652262847814</id><published>2010-10-28T13:46:00.000-07:00</published><updated>2011-07-04T07:42:36.337-07:00</updated><title type='text'>Selamat Hari Blogger Nasional 27 Oktober 2010</title><content type='html'>&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPC_2%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype name="country-region" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="City" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}a:link, span.MsoHyperlink	{color:blue;	text-decoration:underline;	text-underline:single;}a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed	{color:purple;	text-decoration:underline;	text-underline:single;}span.fullpost	{mso-style-name:fullpost;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Salam Blogger&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Atas Seluruh keluarga besar Komunitas Blogger Karawang&amp;nbsp; (&lt;a href="http://www.facebook.com/home.php?#%21/group.php?gid=142545436679"&gt;BLOGKAR&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Mengucapkan &lt;a href="http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/"&gt;SELAM HARI BLOGGER NASIONAL 2010&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Semoga kita senantiasa bisa saling share, meningkatkan Persaudaraan sesama Blogger, dan menanamkan untuk budaya menulis dan membaca, sehingga akan bisa menambah wawasan bagi kita.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;TEMPO Interaktif&lt;/b&gt;, &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; - &lt;a href="http://pestablogger.com/"&gt;Pesta Blogger&lt;/a&gt; yang keempat akan kembali digelar tahun ini. Ajang pertemuan para blogger (narablog) nasional ini menurut rencana akan diadakan di &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pada 30 Oktober mendatang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun agak berbeda dengan tiga kali penyelenggaraan sebelumnya, Pesta &lt;a href="http://blogger.com/"&gt;Blogger &lt;/a&gt;keempat ini memasang tajuk Pesta Blogger+ (baca: Pesta Blogger Plus). Kata 'Plus' di belakang kata 'Blogger' itu mengandung arti bahwa ajang kali ini tak hanya terbuka bagi para narablog, tapi juga bagi semua penggiat dunia online dari berbagai platform. Karenanya, Pesta Blogger 2010 ini mengangkat tema "Merayakan Keragaman".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selain difasilitasi oleh vendor komputer Acer, Pesta Blogger kali ini juga didudukung sejumlah sponsor. Salah satunya adalah myGamma, situs jejaring sosial untuk ponsel dari perusahaan media mobile BuzzCity.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Situs ini akan mensponsori hadiah utama dari enam kategori di 'Pesta Blogger Award'. Antara lain untuk kategori blog masyarakat lokal terbaik, blog komunitas berdasarkan kegemaran, blog pendidikan terbaik (individu), blog kewirausahaan terbaik (individu), blog jurnalisme warga terbaik (individu) serta kategori blog teknologi terbaik (individu).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tak cuma itu. Produsen myGamma itu juga akan mengadakan workshop pada sesi mobile blogging dan memfasilitasi kegiatan networking bagi para anggota myGamma dan blogger lain pada acara tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kegiatan blogging di &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; merupakan fenomena luar biasa. Namun, menurut BuzzCity dalam siaran persnya hari ini, mobile blogging bahkan lebih besar lagi. Saat ini terdapat 25 ribu blog mobile dari Indonesia di myGamma, rata-rata tersedia 1 blog mobile untuk setiap 16 orang pengguna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;News;&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/it/2010/10/26/brk,20101026-287249,id.html" target="_blank"&gt;tempointeraktif&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3329877874722483145-8749252652262847814?l=teaterpelangi-karawang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/feeds/8749252652262847814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3329877874722483145&amp;postID=8749252652262847814' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/8749252652262847814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/8749252652262847814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/2010/10/selamat-hari-blogger-nasional-27.html' title='Selamat Hari Blogger Nasional 27 Oktober 2010'/><author><name>Sastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09801804454912673783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-LA9LTddfKPI/ThIC6ihr5gI/AAAAAAAAAMM/7KzQjsL1Tdo/s220/faisal%2Bmuchtar.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3329877874722483145.post-7858419601812251728</id><published>2010-10-24T07:27:00.000-07:00</published><updated>2011-07-04T07:44:29.066-07:00</updated><title type='text'>Lautan Pasir Gunung Bromo</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_fqftmysoEg4/TMRCIjl89vI/AAAAAAAAAIE/BEqW2lQ7bKQ/s1600/Bromo1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/_fqftmysoEg4/TMRCIjl89vI/AAAAAAAAAIE/BEqW2lQ7bKQ/s320/Bromo1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan Gunung Bromo dengan lautan pasirnya yang fenomenal sudah cukup lama dikenal sebagai salah satu tujuan wisata terkemuka di Indonesia. Gunung Bromo merupakan salah satu gunung pada Pegunungan Tengger&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut, panorama elok terpancar saat memandang pesona alam yang tidak akan pernah ada habisnya. Gunung Bromo berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti Brahma atau seorang dewa yang utama dan terletak dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya tarik Gunung Bromo yang istimewa adalah kawah di tengah dengan lautan pasirnya yang membentang luas di sekeliling kawah Bromo, mengepulkan asap putih. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. Ketinggian yang relatif “rendah” untuk ukuran gunung membuat perjalanan menuju Gunung Bromo relatif mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari puncak gunung berapi yang masih aktif ini, Anda bisa menikmati hamparan lautan pasir luas, dan menyaksikan kemegahan gunung Semeru yang menjulang menggapai langit. Anda juga bisa menatap indahnya matahari beranjak keluar dari peraduannya atau sebaliknya menikmati temaram senja dari punggung bukit Bromo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melihatnya, Anda harus menaiki Gunung Pananjakan yang merupakan gunung tertinggi di kawasan ini. Medan yang harus dilalui untuk menuju Gunung Pananjakan cukup berat. Untuk menuju kaki Gunung Pananjakan, Anda harus melalui daerah yang menyerupai gurun yang dapat membuat Anda tersesat. Saat harus menaiki Gunung Pananjakan, jalan yang sempit dan banyak tikungan tajam, tentu membutuhkan ketrampilan menyetir yang tinggi. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, banyak pengunjung yang memilih menyewa mobil hardtop (sejenis mobil jeep) yang dikemudikan oleh masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar berasal dari suku Tengger yang ramah dengan para pengunjung. Sampai di atas, ada banyak toko yang menyediakan kopi atau teh hangat dan api unggun untuk menghangatkan tubuh sambil menunggu waktu tebitnya matahari. Ada pula toko yang menyewakan pakaian hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan terbitnya matahari memang merupakan peristiwa yang menarik. Buktinya, para pengunjung rela menunggu sejak pukul 5 pagi menghadap sebelah timur agar tidak kehilangan momen ini. Anda pun tidak selalu bisa melihat peristiwa ini, karena bila langit berawan, kemunculan matahari ini tidak terlihat secara jelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, saat langit cerah, Anda dapat melihat bulatan matahari yang pertama-tama hanya sekecil pentul korek api, perlahan-lahan membesar dan akhirnya membentuk bulatan utuh dan memberi penerangan sehingga kita dapat melihat pemandangan gunung-gunung yang ada di kawasan ini. Antara lain, Gunung Bromo, Gunung Batok, atau Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah terbentuknya Gunung Bromo dan gunung-gunung yang ada di sekitarnya berawal dari keberadaan Gunung Tengger (4.000 mdpl) yang merupakan gunung terbesar dan tertinggi saat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian terjadi letusan dahsyat yang menciptakan kaldera dengan ukuran diameter lebih dari 8 kilometer. Material vulkanik letusan gunung sekarang berubah menjadi lautan pasir, konon material tersebut pernah tertutup oleh air. Aktivitas vulkanik dengan munculnya lorong magma mengakibatkan terbentuknya gunung-gunung baru seperti Gunung Bromo, Gunung Widodaren, Gunung Batok, Gunung Watangan, Gunung Kursi dan Gunung Semeru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bromo memang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan panorama gunung lainnya. Di sekitar Bromo hingga puncak tidak ditemui tanaman hijau selain semak belukar. Gunung Bromo yang masih terdapat dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru juga merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa lautan pasir seluas 5.250 hektare. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, Anda tidak dapat menggunakan kendaraan. Sebaliknya, Anda harus menyewa kuda dengan harga Rp 70 ribu atau bila Anda merasa kuat, Anda dapat memilih berjalan kaki. Tapi, patut diperhatikan bahwa berjalan kaki bukanlah hal yang mudah, karena sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, debu yang beterbangan dapat membuat perjalanan semakin berat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kaki gunung fenomenal itu, Anda harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 anak tangga untuk dapat melihat kawah Gunung Bromo. Sesampainya di puncak Bromo , Anda dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga dapat melayangkan pandangan ke bawah, dan terlihatlah lautan pasir dengan pura di tengah-tengahnya. Setelah berlama-lama di puncak, apabila pelancong sudah merasa kelaparan, di bagian bawah Bromo terdapat warung-warung yang menjajakan gudeg, mie instan, air mineral dan jajanan murah. . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menyaksikan keindahan panorama yang ditawarkan oleh Bromo-Semeru, apabila Anda datang di waktu yang tepat, maka Anda dapat menyaksikan Upacara Kesodo, yang diadakan oleh masyarakat Tengger. Upacara ini biasanya dimulai pada saat tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kesodo [ke-sepuluh] menurut penanggalan Jawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara Kesodo merupakan upacara untuk memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo. Saat prosesi berlangsung, masyarakat Tengger lainnya beramai-ramai menuruni tebing kawah dan sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa tips yang perlu Anda perhatikan saat ke kawasan Gunung Bromo antara lain, Berkunjunglah pada musim kemarau, jangan musim penghujan, sehingga anda akan mendapatkan momen pemandangan yang sempurna. Siapkan pakaian pelindung dingin, seperti kerpus, slayer, syal, sarung tangan, jaket, dan jangan lupa sepatu karena cuaca disini cukup dingin. Bawalah juga kacamata untuk pelindung dari debu pasir selama di Segoro Wedi. Jangan berada di kawah Bromo di atas pukul 9 pagi untuk menghindari risiko keracunan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat pintu gerbang utama untuk memasuki kawasan taman nasional Bromo Semeru ini yaitu: Desa Cemorolawang jika melalui jalur Probolinggo, Desa Wonokitri dengan jalur Pasuruan, Desa Ngadas dari jalur Malang dan Desa Burno adalah jalur Lumajang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun rute yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;- Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 71 km, &lt;br /&gt;- Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 53 km &lt;br /&gt;- Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan sekitar 83 km &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menikmati keindahan eksotis Gunung Bromo!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3329877874722483145-7858419601812251728?l=teaterpelangi-karawang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/feeds/7858419601812251728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3329877874722483145&amp;postID=7858419601812251728' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/7858419601812251728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/7858419601812251728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/2010/10/lautan-pasir-gunung-bromo.html' title='Lautan Pasir Gunung Bromo'/><author><name>Sastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09801804454912673783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-LA9LTddfKPI/ThIC6ihr5gI/AAAAAAAAAMM/7KzQjsL1Tdo/s220/faisal%2Bmuchtar.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_fqftmysoEg4/TMRCIjl89vI/AAAAAAAAAIE/BEqW2lQ7bKQ/s72-c/Bromo1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3329877874722483145.post-1173402901522736510</id><published>2010-09-08T10:33:00.000-07:00</published><updated>2011-07-04T07:48:01.961-07:00</updated><title type='text'>LOMBA BLOG KEBAHASAAN DAN KESASTRAAN 2010</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;LatarBelakang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki keragaman etnik dan budaya. Salah satu di antaranya adalah keragaman bahasa dan sastra. Keragaman bahasa dan sastra di Indonesia sungguh menjadi kekayaan yang tidak ternilai harganya. Peta Bahasa Negara Kesatuan Republik Indonesia (2008) yang baru menggambarkan keragaman bahasa di sekitar 80% wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia telah mengidentifikasi tidak kurang dari 442 bahasa daerah di Indonesia. Jumlah itu tentu akan bertambah apabila wilayah yang belum diteliti itu berhasil dipetakan secara utuh. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bertolak dari keragaman itu, bangsa Indonesia menjadi lebih paham akan arti persatuan. Meskipun beragam-ragam latar bahasanya, bangsa Indonesia terhubung satu sama lain melalui bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Meskipun penggunaan bahasa daerah dan bahasa Indonesia cenderung tergusur oleh pemakaian bahasa asing, bahasa Indonesia masih tetap memegang fungsinya sebagai sarana komunikasi yang menyatukan bangsa Indonesia. Yang diperlukan sekarang adalah bagaimana mengelola kekayaan itu agar dapat dimaksimalkan manfaatnya untuk kemajuan bangsa Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seirama dengan dinamika bahasa Indonesia itu, sastra di Indonesia juga membentuk dinamika tersendiri yang pada akhirnya dapat mencuatkan nilai keragaman budaya Indonesia yang membentuk jati diri dan karakter bangsa Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesuksesan penyelenggaraan Tahun Bahasa 2008 dan penyelenggaraan Bulan Bahasa pada tahun-tahun yang lalu mencerminkan seberapa tinggi perhatian masyarakat terhadap upaya pengelolaan masalah kebahasaan di Indonesia. Walaupun belum maksimal, pengutamaan bahasa Indonesia sebagai identitas nasional tampaknya telah menjadi kepentingan bersama. Dengan penyelenggaraan Bulan Bahasa dan Sastra setiap tahun, Pusat Bahasa selain berupaya membina dan mengembangkan Bahasa dan Sastra Indonesia, juga bertekad memelihara semangat dan peran serta masyarakat luas dalam menangani masalah bahasa dan sastra itu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam rangka itu, Pusat Bahasa, Kementerian Pendidikan Nasional akan menyelenggarakan Bulan Bahasa dan Sastra 2010 dengan memperluas cakupan program. Sesuai dengan kenyataan bahwa media komunikasi sudah begitu canggih dan bahasa Indonesia juga dipelajari di banyak negara, mulai tahun 2009 Bulan Bahasa dan Sastra juga melibatkan peserta BIPA dari berbagai negara dan para pengguna media yang canggih itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tema&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bulan Bahasa dan Sastra 2010 ini diselenggarakan dengan tema “Pembentukan Karakter Bangsa melalui Peningkatan Kualitas Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah”. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Partisipan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bulan Bahasa dan Sastra 2010 melibatkan masyarakat luas, tidak hanya siswa, mahasiswa, guru, dan dosen, tetapi juga peserta program BIPA yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia serta masyarakat umum. Beberapa kegiatan diadakan untuk ajang berkarya atau berekspresi, beberapa kegiatan yang lain dirancang untuk memberikan penghargaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bulan Bahasa dan Sastra 2010 akan mengangkat kegiatan pokok yang berupa lomba, sayembara, festival, penghargaan, pementasan, dan layanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Antara Lain:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Sayembara Penulisan Proposal Penelitian Kebahasaan dan Kesastraan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Sayembara Penulisan Esai Sastra&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Sayembara Penulisan Naskah Drama&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Sayembara Penulisan Cerita Rakyat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Sayembara Penulisan Cerpen Remaja&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Sayembara Cipta Puisi Remaja&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Lomba Pembuatan Blog Kebahasaan dan Kesastraan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Gerakan Cinta Bahasa Indonesia (GCBI)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. Parade Mural Kebahasaan dan Kesastraan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10. Penilaian Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Massa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11. Bengkel Sastra&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;12. Pentas Sastra&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;13. Festival Musikalisasi Puisi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;14. Kuis Tiara Bahasa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;15. Debat Bahasa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;16. Duta Bahasa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;17. Layanan dan Pameran Kebahasaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;18. Lomba Keterampilan Berbahasa Indonesia bagi Peserta BIPA &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Puncak Acara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Puncak peringatan Bulan Bahasa dan Sastra 2010 akan dilaksanakan bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 2010. Pada acara itu akan dilaksanakan penyerahan hadiah, pementasan, dan persembahan karya kreatif kebahasaan dan kesastraan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Informasi Lengkap&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Informasi lengkap setiap kegiatan dapat dibaca dalam edaran khusus kegiatan itu. Informasi juga dapat diperoleh di balai/kantor bahasa terdekat atau panitia pusat dengan alamat berikut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seksi Humas dan Protokol&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Panitia Pusat Bulan Bahasa dan Sastra 2010&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pusat Bahasa, Kementerian Pendidikan Nasional&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jalan Daksinapati Barat IV&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rawamangun&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta Timur 13220&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Telepon , 4706287, 4706288,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faksimile&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pos-el: bbspusat@gmail.com, bbspusat@yahoo.com&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Laman: www.pusatbahasa.kemdiknas.go.id/&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3329877874722483145-1173402901522736510?l=teaterpelangi-karawang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/feeds/1173402901522736510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3329877874722483145&amp;postID=1173402901522736510' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/1173402901522736510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/1173402901522736510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/2010/09/lomba-blog-kebahasaan-dan-kesastraan.html' title='LOMBA BLOG KEBAHASAAN DAN KESASTRAAN 2010'/><author><name>Sastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09801804454912673783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-LA9LTddfKPI/ThIC6ihr5gI/AAAAAAAAAMM/7KzQjsL1Tdo/s220/faisal%2Bmuchtar.jpeg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3329877874722483145.post-875661238363147186</id><published>2010-05-16T11:14:00.000-07:00</published><updated>2011-07-04T07:49:02.627-07:00</updated><title type='text'>KEHEBATAN KATA-KATA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada dasarnya judul yang saya tarik dalam tulisan saya kali ini sepertinya terlalu mengada-ngada tapi ya sudah lah mau di apakan lagi sebagai penulis saya bebas menarik judul apa saja untuk tulisan saya, dan jujur saja saya tidak terlalu pandai menulis esai ketimbang sajak atau puisi yang sejak dari duduk di kelas 1 SMP saya geluti jadi kalau dalam tulisan ini ada yang berbau puitis mohon di maklumi, lalu kenapa saya menarik judul tulisan ini “kehebatan Sajak”, simpel saja bagi beberapa orang mungkin sajak atau puisi adalah hal yang s&lt;strike&gt;&lt;strike&gt;&lt;/strike&gt;&lt;/strike&gt;epele tapi tidak menurut saya dan orang-orang pecinta tulisan dalam hal ini puisi, seorang penulis puisi atau biasa di sebut penyair dalam tubuhnya memproduksi kata-kata setiap hari setiap detik jam bahkan mungkin setiap waktu, kata-kata terus di produksi di olah lalu di muntahkan menjadi puisi di edit lagi,bermain bunyi,tifografi sampai sang penyair menemukan rangkaian sajak yang menurunya Pas dan cocok untuk Puisinya.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Betapa hebatnya kata-kata, dari dulu hingga sekarang terus menerus di olah dan tidak ada habisnya mungkin kita pernah dengan kata-kata “ aku kehabisan kata-kata” tapi tidak untuk para penulis terutama penyair yang setia pada karyanya, kata-kata terus di produksi dan di olah, para penyair membendakan kata kerja dan mengerjakan kata benda seperti kata “ jembatan” yang pada dasarnya  adalah kata benda, oleh sang penyair di rubah menjadi kata kerja menjadi “menjembatani” seperti dalam penggalan puisi saya “angin dan dedaunan menjembatani rinduku padamu” cuku puitis kan, itulah kehebatannya dan bukan hanya itu, kata-kata dapat membangkitkan api semangat hingga berkobar-kobar kita ingat para pejuang kita dalam menghadapi penjajah membakar semangat dengan kata-kata “MERDEKA” “ALLAH HU AKBAR”, seorang hipnoterapi mempengaruhi dan memberikan sugesti pada Pasiennya dengan kata-kata, kata-kata dapat meluluhkan hati seseorang mungkin anda pernah merasakannya, kalau anda pernah nonton Film “lort of the ring” seorang raja di dalam sebuah peperangan karena mengetahui jumlah pasukannya tak seimbang dengan pasukan musuh sang raja membangkitkan semangat para prajuritnya dengan kata-kata “Death,Death,Death”!!!!.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi bagai mana ? yakin kah anda dengan kehebatan kata-kata, berikut ini sebagai contoh puisi saya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;DI PABRIK&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kini kugulum imaji dari patahan besi-besi logam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;benda-benda retak yang bengkak dan krak alumunium &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;membaur bersama keringat dingin para buruh &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mentrasmisikan ingatan ke masa penjajahan &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kata –kata bertebaran di lantai lalu merasuki &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mesin-mesin berkarat yang dipelumasi gelisah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kini aku menjelma masrisnah jadi tumbal &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang dilupakan sejarah sambil menyumpahi &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;perintah-perintah asing yang bodoh, aku hanya &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sanggup mengangguk dan ku biarkan matahari&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;terpasung di dada menjelma percikan &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;bunga-bunga api&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;inilah aku yang terjepit diantara uliran baud-baud &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang terkapar bersama tumpahan oli di lantai&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang bergerak seperti putaran gear mesin-mesin &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dan tersungkur menghela nafas yang panjang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;setelah seharian penuh menyembah berhala &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang di bangun para pendatang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tapi selalu kutemukan sepi &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;untuk mengeja ruang-ruang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Antara sadar dan tidak sadar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Antara hidup dan keabadian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selalu kuhadirkan sepi dari gemuruh itu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan mendamparkan diri ketepian cemas &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saban kali aku pulang larut malam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kehusuan tahiat yang khikmat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk memuisikan sakit dan doa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena sebelum kalian datang &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya aku telah ada &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bersama puisiku yang lapar &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan dahaga&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karawang 2008   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada puisi ini saya menggunakan kata-kata di sekita saya berada, sekitar tahun 2008 ketika saya masih bekerja sebagai buruh, inilah keadaan yang saya rasakan, sebagai buruh dan juga merangkap sebagai penyair, hati ini sangat sensitif karena itulah saya tuangkan menjadi sebuah puisi, tentunya tidak semudah itu saya membuatnya, perlu perenungan yang matang dan beberapa kali proses editing sehingga menjadi puisi yang mantap, tak heran kalau beberapa media cetak lokal dan nasional pernah memuat tulisan puisi ini, narsis dikit ah..he..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalau dari mana kata-kata itu di dapat? Tentu banyak, dari membaca, berdiskusi, berdialog dan lain sebagainya kata-kata itu bisa kita dapatkan, logisnya dengan banyak membaca perbendaharaan kata kita menjadi banyak tinggal bagai mana kita mengolahnya karena Tuhan memberikan kita akal dan pikiran, jadi gunakanlah dengan sebaik-baiknya oleh karena itu menurut saya pribadi menulis puisi termasuk mensyukuri nikmat Tuhan yang paling berharga untuk manusia yaitu akal dan pikiran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap detik kata-kata bertebaran di jalan, berhamburan seperti anak-anak menaburkan pasir ke udara kata-kata memasuki ruang-ruang sempit, terjepit di sela-sela, membentur api membentur batu dan dedaunan, mengalir di diam dan derasnya air lalu bermuara di laut paling indah yang di bangun para kekasih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karawang 2010&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faisal Muchtar Al Khaufi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3329877874722483145-875661238363147186?l=teaterpelangi-karawang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/feeds/875661238363147186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3329877874722483145&amp;postID=875661238363147186' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/875661238363147186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/875661238363147186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/2010/05/kehebatan-kata-kata.html' title='KEHEBATAN KATA-KATA'/><author><name>Sastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09801804454912673783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-LA9LTddfKPI/ThIC6ihr5gI/AAAAAAAAAMM/7KzQjsL1Tdo/s220/faisal%2Bmuchtar.jpeg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3329877874722483145.post-6752258343633533634</id><published>2010-05-09T07:25:00.000-07:00</published><updated>2011-07-04T07:46:02.567-07:00</updated><title type='text'>Mengenai Topeng Banjet</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kurang lebih pada tahun 1900 yang dinamakan sekarang Topeng Banjet itu biasadisebut Topeng saja, ditambah dengan nama pemimpinnya atau ronggengnya yang terkenal, seperti Topeng Korang, Topeng Asmu, dan Topeng ronggengnya Nyi Maya. Penamaan ini di daerah Karawang masih tetap berlaku sampai sekarang, seperti; Topeng Ali, Topeng Pendul, Topeng Baskom, dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengenai kata bajet itu sendiri, menurut sepengetahuan tokoh-tokoh kesenianTopeng Banjet, padamulanya muncul di daerah Cilamaya, Pamanukan dan di daerahpesisir timur lainnya. Penambahan kata banjet kelihatannya memang diperlukan, karena di daerah-daerah tersebut pada masa silam terdapat banyak kelompok-kelompok Topeng Jawa yang berkeliling (ngamen) ke berbagai pelosok di pedesaan. Bermula dari maksud untuk membedakan topeng yang ada di daerah Karawang dengan Topeng Banjet (untuk penegasan, adakalanya Topeng Karawang ini dinamai juga Topeng Sunda atau Ronggeng Betawi). Pemakaian Topeng Banjet ini juga berlaku di daerah Priangan yang barangkali untuk membedakan dengan Topeng Jawa yang juga pada masa silam sering ngamen ke daerah Priangan terutama pada musim tahun baru Cina.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya mengenai arti kata Banjet itu sendiri sampai saat ini belum ada sumber yang dapat menerangkan atau menjelaskan arti sebenarnya. Sedangkan pemakaian istilah Topeng pada kesenian Topeng Banjet ada sejarahnya tersendiri. Memang pada masa sekarang dalam pementasan kesenian Topeng Banjet tidak ada pemain yang memakai Topeng namun pada masa silam yang disebut Topeng Banjet itu dalam sebagian pementasannya ada yang menggunakan Topeng, yaitu pada babak Ngajantuk dan babak Ngedok. Pemakain topeng ini hanya sampai tahun 1949, sebab semenjak itu dilarang oleh penguasa setempat pada masa itu (Batalion X). Dengan dihapusnya pemakaian topeng itu maka hapuslah babak Ngajantuk itu sampai sekarang. Walaupun demikian pemakain kata Topeng tetap dipakai untuk penamaan kesenian Topeng Banjet.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesenian Topeng banjet merupakan bentuk kesenian tradisional dengan jenisnya termasuk seni pertunjukan rakyat atau dapat dimasukkan juga ke dalam bentuk teater tradisional. Lebih khusus lagi kesenian Topeng Banjet dapat didefinisikan sebagai seni pertunjukan rakyat yang diawali lawakan atau pelawak (bodor) dengan Topeng Banjet diteruskan dengan pertunjukan seni drama tradisional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maksud dan Fungsi Topeng Banjet&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fungsi kesenian Topeng banjet khususnya di kehidupan masyarakat pendukungnya telah berkembang sepanjang sejarah. Pada masa-masa lalu kesenian `Topeng Banjet berfungsi sebagai pelengkap upacara-upacara tradisional seperti di dalam kegiatan panen padi. Pada perkembangan selanjutnya, fungsi kesenian Topeng Banjet semakin berkembang lagi, yaitu digunakan pula dalam kegiatan lainnya seperti dalam acara hiburan hajatan perkawinan, khitanan, acara penyambutan tamu, pesta-pesta, juga pada acara hiburan peringatan hari-hari nasional, serta hiburan lain, misalnya 'kegiatan¬kegiatan festifal di berbagai tempat. Kesenian Topeng Banjet juga berkembang menuju profesionalisme karena sering diundang dalam suatu kegiatan dengan memperoleh imbalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Topeng Banjet dimaksudkan untuk menyampaikan pesan-pesan heroic melalui cerita dan lawakan. Karena itu kesenian Topeng Banjet memiliki fungsi-fungsi berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hiburan, karena baik cerita maupun gerak-gerik pemain mengundang tawa dan lucu. Sosialisasi, karena seringkali dengan lawakannya yang vulgar tanpa terasa malah menyampaikan pesan-pesan pembangunan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Edukasi, yakni dengan adegan-adegan antara si kuat dan si lemah yang selalu dimenangkan oleh pihak yang benar walau tampak lemah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ekonomi, karena masyarakat seni sering mengundang Topeng Banjet dalam acara-acara mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejarah dan Perkembangan Topeng Banjet&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesenian Topeng Banjet telah berkembang sepanjang kurun waktu antara permulaan abad 20 sampai saat sekarang (tahun 1996) dan juga telah mengalami kondisi pasang surut silih berganti. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesenian tradisional khususnya Topeng Banjet, sama halnya dengan kesenian tradisional lainnya yaitu kesenian yang turun temurun, contohnya Topeng Asmu diturunkan kepada anaknya Pendul. Topeng Dasim diturunkan kepada anaknya reman, Topeng Ali adalah warisan dari orang tuanya begitu pula Topeng Sapar yang ada di Belendung. Selanjutnya Baskom adalah pewaris utama dari keturunan Topeng Tinggal. Andaikata sekarang rombongan-rombongan kesenian Topeng Banjet banyak, umumnya hanya merupakan pecahan dari rombongan asal seperti rombongan Topeng Ali pecah menjadi tiga rombongan yaitu rombongan topeng Ijem pimpinan Nyi Ijem (adik dari saudara Ali), rombongan Topeng Askin masih keluarga dekat Ali dan rombongan Topeng Ali sendiri. Meskipun pecahan-pecahan ini belum besar tetapi telah berdiri sendiri dengan memakai pemain baru yang diperkuat oleh para pelaku dari rombongan inti .&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari kenyataan di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tokoh-tokoh Topeng Banjet yang ada pada permulaan abad 20 itu sebanyak tujuh rombongan merupakan warisan dan pecahan dari generasi-generasi sebelumnya yang mungkin telah berdiri semasa abad ke-19. Di samping klari, juga telah berdiri grup kesenian Topeng Banjet Dewi Asmara di Kampung Gokgik dan grup kesenian Topeng banjet Dayasari di Desa Warung Bambu Klari, sedangkan grup kesenian Topeng Banjet Pimpinan Ali saban tetap memakai nama Daya Asmara. Meskipun pecahan ini belum seluruhnya mempunyai pemain-pemain inti namun mereka telah bekerja sama saling mencukupi tenaga yang dibutuhkan masing-masing grup. Usaha lain mereka adalah melatih pemain-pemain barn untuk melengkapinya, baik anak wayang maupun Nayaganya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana diketahui bahwa kesenian Topeng Banjet merupakan perwujudan kreatifitas masyarakat dalam bentuk seni pertunjukan. Tentu saja dalam membicarakan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;daerah penyebarannya kita akan melihat masyarakat sebagai konsumennya. Dari uraian di atas disebutkan bahwa Topeng Banjet itu serumpun dengan Ronggeng Betawi yang asalnya berpusat di Betawi (Jakarta) kemudian berkembang menambah jenis kesenian baru yaitu yang pentasan permulaannya adalah Ronggeng disambung dengail lawakan dan lelakon yang memakai topeng yang akhirnya dinamai Topeng yang di luar daerah penyebarannya dinamai Topeng Banjet.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyebaran lenong dari pusatnya (Jakarta) terutama ke sebelah Barat adalah daerah Tangerang dan sedikit ke daerah selatan dan timur yaitu ke daerah Bekasi, Karawang, dan Bogor Uatara (Cisalak). Di samping itu kesenian Topeng Banjet juga menyebar ke daerah Subang, Purwakarta, dan daerah Priangan. Di tempat-tempat tersebut kesenian Topeng Banjet menyesuaikan dengan selera masyarakat terutama dalam gaya dan bahasanya yang pada akhirnya merupakan tanda kekhususan (khas) bagi kesenian tersebut yang tumbuh dan berkembang di daerah masing-masing. Sebagaimana contohnya Topeng Banjet Karawang, Ronggengnya bergaya Ronggeng Karawang, bernyanyi kawih Sunda dan keseluruhan lelakon memakai bahasa Sunda. Hal ini berbeda dengan pertumbuhannya di Bekasi dengan kawih Sunda yang keseluruhan pementasannya memakai bahasa Bekasi (dialek bahasa Jakarta). Bila kita amati lebih jauh, seni Topeng Banjet banyak ditonton oleh masyarakat pedesaan, baik dalam acara pernikahan, sunatan, kaulan atau acara lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemain dan Fungsinya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada dasarnya jumlah pemain dan fungsi masing-masing dalam pertunjukkan pementasan Topeng Banjet tidak bisa dipastikan. Dalam hal ini pemain adalah mereka yang melaksanakan kegiatan yang meliputi pemain dan nayaga. Para pemain yang dibutuhkan kurang lebih sepuluh orang yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu orang ronggeng inti&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu orang atau dua orang ronggeng pembantu yang merangkap menjadi pelawak wanita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua orang laki-laki merangkap menjadi pemain&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lima orang penabuh waditra yang merangkap juga menjadi pemain pembantu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semenjak tahun 1949 terutama setelah ditiadakannya tahap Ngajantuk dan Ngedok, para pelaku/pemain bertambah banyak sebab sesudah pementasan lawakan diteruskan dengan berbagai lelakon yang kadang-kadang menggunakan banyak pemain yang keahliannya tertentu, seperti untuk primadona atau pemain utama bagi laki-laki muda yang cakap, pemain jawara yang ahli dalam pencak dan demontrasi berkelahi. Dengan demikian kebutuhan pemain itu adalah sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu orang sinden&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu orang ronggeng inti&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu orang ronggeng pembantu merangkap menjadi pelawak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua oarang wanita untuk pemain lako&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua orang pelawak pria yang biasa dipakai bujang dalam lakon&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua orang pelaku jawara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiga orang pelaku lain-lain&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sehingga jumlah keseluruhan adalah adalah delapan belas orang. Topeng Banjet dapat kita contohkan sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lima atau enam orang penabuh yang sewaktu-waktu menjadi pemain&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu orang sinden&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu orang ronggeng inti (penari topeng)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu orang ronggeng pembantu merangkap pelawak/bujang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua oarang wanita pemain lakon (sebagai ibu-ibu)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua orang pelawak pria merangkap bujang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Empat orang jawara/jagoaan termasuk pimpinannya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;h. Tiga orang peranan tua (juragan)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada umumnya para nayaga dan para pemain ini dapat juga memainkan bermacam-macam peranan, meskipun tidak sebaik-baiknya. Hal ini diperlukan adalah untuk mengganti apabila pemain inti ada halangan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keperluan/banyaknya pemain dalam suatu grup kesenian Topeng Banjet adalah kurang lebih minimal 10 orang dan maksimal 18 orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waditra Topeng Banjet dan Fungsinya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waditra atau alat musik kesenian Topeng Banjet seperti bentuk keseniannya sendiri mengalami perkembangan secara berkesinambungan sepanjang sejarah, waditra yang dipergunakan sampai tahun 1910 adalah sebagai berikut: tiga buah bonang yang biasa disebut ketik tilu terdiri dari nada barang, galimer dan singgul alit atau petit, satu goong besar yang nadanya lebih tinggi sedikit dari goong gamelan biasa, satu rebab, satu kecrek dan ciblon (gendang besar) yang digunakan seperti pada gamelan sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya dari tahun 1925 waditra kesenian Topeng Banjet bertambah dengan 1 buah ketipung (gendang kecil). Kemudian pada tahun 1928 bertambah lagi dengan 2 buah ketipung dan 1 kempul (goong kecil). Sejak tahun 1932 waditra kesenian Topeng Banjet relatif tidak mengalami perubahan lagi sampai sekarang, yaitu terdiri dari :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1 (satu) buah rebab sebagai pembawa lagu (melodi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3 (tiga) buah sebagai pengatur gerak tari (tandak) dan pembawa dinamika lagu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3 (tiga) buah ketuk/kenong sebagai pengharmonisan laras dan irama (pembawa irama lagu).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1 (satu) kempul/goong sebagai pengharmonisan lagu dan sebagai pemuas rasa dalam menutup lagu (pembawa thesis birama).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1 (satu) kecrek sebagai pengatur irama dan pembantu penekanan gerak tari (tanduk) atau selingan biarama lagu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut seorang tokoh seni Topeng Banjet, sejak tahun 1977 ada penambahan alat-alat barn, yaitu jumlah kendang dari 3 buah menjadi 5 buah (ada penambahan kendang kecil sebanyak 2 buah), jumlah ketuk dari 3 menjadi 10 buah (ada penambahan 7 buah ketuk), dan selain itu Goong Buyung diganti dengan Goong Gede. Pada saat sekarang komposisi waditra/alat musik kesenian Topeng Banjet berkembang lagi yaitu dengan adanya beberapa penambahan alat-alat musik lain seperti : saron, penerus, peking, gambang, kencreng, dan bonang. Bonang disini dapat juga berfungsi sebagai ketuk tilu dan dapat juga berfungsi sebagai kendang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Busana Kesenian Topeng Banjet&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Busana yang dipakai seniman-seniman Topeng Banjet, walaupun sepanjang sejarah perkembangannya mengalama beberapa perubahan, namun secara umum masih bersifat tradisional. Busana yang dipakai oleh nayaga umumnya pakaian bebas (seadanya) malah pada masa silam ada yang cukup memakai kaos oblong saja dan pakaian luar biasanya dibungkus dengan sarung yang dikaitkan di pinggangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masa kini telah dimulai ada perubahan yaitu pada beberapa grup kesenian Topeng Banjet telah memakai pakaian seragam (kostum) khususnya bagi para nayaga. Pakaian pelawaknya juga bebas, ada kalanya pelawak laki-laki pada jaman dahulu yang sama sekalai tidak memakai baju dan bagian bawah cukup bersarung tenun saja. Pemeran Si Jantuk biasanya berikut kepala atau berkopiah dan memakai jubah/mantel dan membawa tiruan golok dari kayu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang berbeda pakaiannya hanya ronggeng (Topeng) yaitu disamping pakaian biasa, berkebaya yang tangannya sampai di tengah pergelangan (tangan pendek) memakai kain panjang sampai ujung kaki, pinggimya tidak dilipat-lipat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di luar kebaya ditutup dengan dua helai kain beludru yang berhiaskan sulaman manik-manik dan berjumbal bentuknya segitiga yang panjang garisnya dasarnya kurang lebih 1 meter dan tingginya 10 cm. Kain beludru ini yang satu diselempangkan dari pundak kanan, dan ujungnya ada di pingggir kid, yang sebuah lagi diselempangkan dari pundak kiri dan ujungnya ada di pingggang kanan. Kedua ujungnya selempang ini ditutup ikat pinggang dari beludru yang disulam pula dengan lebar antara 5/10 cm dan pada ikat pinggang di bagian belakangnya disisipkan pula kain beludru yang tersulam dan berjumbal berukuran kurang lebih 15 x 20 cm ini dinamai "Apok" dan selampang beludru itu bernama Toka-toka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di bagian kepala dipasang semacam daun tudung yang dibuat dari cabingan kain baju bermacam-macam yang dilipat dan disusun diselipkan seperti sisik ikan kemudian dijahit dan dipersatukan memakai dasar dari karton atau anyaman tikar pandan, sehingga merupakan daun tudung yang berhias warna-warni. Di bawah daun tudung itu digantung-gantungkan manik-manik berwarna-warni yang merupakan umbai-umbai, terutama pada sisi luarnya. Di tengah daun tudung itu dilubangi kira-kira bergaris tengah tiga cm berbentuk bulat gunanya untuk memasukkan rambut si penari, rambut mana setelah ada di luar tudung lalu disanggulkan, dijadikan pengikat daun tudung itu supaya tidak lepas, daun tudung ini dinamai "Sayang".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pakaian ronggeng kesenian Topeng Banjet ini hampir serupa dengan pakaian ronggeng Betawi jaman sekarang, hanya cara memakainya yang agak berbeda ialah pemakaian kain panjang, kalau ronggeng Betawi hanya sampai lutut dan bagian bawah berkaos kaki. Pada perkembangan selanjutnya, ada juga yang mengganti toka-toka itu dengan pakaian tari putri, yaitu baju beludru yang dihias dengan sulaman berbentuk kebaya tidak berlengan, dengan memakai apok di bgian depan. Adapun topeng yang dipakai Si Jantuk, ialah bentuk muka semar pada wayang golek yang bagian bawahnya dari batas bibir atas ditiadakan (dipotong), dan topeng yang pakai ngedok oleh wanita ialah topeng puteri seperti topeng yang dipakai dalam tarian Cirebon.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara ringkas, dapat disimpulkan bahwa busana yang dioergunakan oleh kesenian Topeng Banjet dalam pertunjukan dilihat dari kegunaannya dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu busana khusus dan busana bebas. Busana khusus dipergunakan oleh ronggeng Topeng yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kembang Topeng/Sayang atau Sabrok yang dipakai di kepalanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kain beludru berhias mata yang saling menyilang di bahu kanan dan kiri yang mereka namakan toka-toka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Amben dan amprang (apok) sebagai penutup pinggang dan apok dipasang di bagian depan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Busana bebas adalah busana pada waktu memerankan peranan dalam cerita/lakon adalah busana biasa yang dipakai seharu-hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagu-lagu Pengiring pada Pertunjukkan Topeng Banjet&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagu-lagu/karawitan pengiring dalam pertunjukan pementasan Topeng Banjet pada garis besarnya dapat digolongkan kedalam 2 jenis. Jenis pertama adalah lagu¬lagu/karawitan pokok yang jenis dan penerapannya adalah mapan (tertentu), sedangkan jenis yang kedua adalah lagu-lagu/karawitan pelengkap yang biasanya diambil dari lagu¬lagu jalanan (kliningan) dipergunakan sebagai pra-tontonan atau selingan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagu-lagu pokok yang biasanya dipergunakan adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Lagu/karawitan : Tatalu Panjang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Lagu/karawitan : Tatalu Pendek&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Lagu/karawitan : Lipet Gandes&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Lagu/karawitan :Gonjingan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Lagu/karawitan :Sekoci, Ngarung, Nyetro&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Lagu/karawitan :Enjot-enjotan, Ngagones&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Lagu/karawitan :Keramat Skarem&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Lagu/karawitan : Cente Manis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Lagu/karawitan : Persi Mahyat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Lagu/karawitan : Persi Bener&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Lagu/karawitan :Persi Manis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Lagu/karawitan :Jali-j ali&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Lagu/karawitan :Tihang layar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Lagu/katrawitan :Lewer/rewel&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Lagu/karawitan : Arileu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Lagu/karawitan :Lembang Sari&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Lagu/karawitan :Kang Haji&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Lagu/karawitan :Jentukan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagu-lagu pelengkap biasanya diambil dari lagu-lagu orkes melayu, dan lagu-lagu lainnya seperti wani-wani, serompongan, belendaran, bongbang, dan sebagainya. Lagu¬lagu dipakai sampai kira-kira tahun 1910 sebagian besar memakai lagu-lagu Jakartaan seperti : lagu Gonjingan, Lipetgandes, Sekoci, Enjot-enjotan, Karamat Karem, Cente Manis, Persi Mahyat, Persi Bener, Persi Manis, Jali-jali, Tihang Layar, dan sebagainya, ditambah dengan lagu-lagu Sunda seperti : Wani-wani, Serompongan, Balendaran, Bongbang, Kang Haji, dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 1918 lebih banyak lagi lagu-lagu Sunda yang dipakai daripada lagu¬lagu pokok Jakartaan, bahkan dari mulai tahun '949 lagu-lagu pokok itu itu hanya tinggal beberapa buah saja yang dipakai seperti : Arang-arang, Tatalu Panjang, dan Tatalu pendek ditambah lagu lipat gendes. Lagu-lagu yang dibawakan dan dipakai kebanyakan lagu-lagu ketuk tilu seperti : Sulanjana, Gaplek, Kangsreng, Buah Kawung, Geboy, Kembang Beureum, dan sebagainya. Bahkan akhir-akhir ini ditambah dengan lagu-lagu rancangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masa kini ada juga yang mengganti lagu Lipatgandes dengan lagu Sulanjana. Dengan demikian semakin hilanglah lagu-lagu pokok (Jakartaan) khas topeng diganti dengan lagu-lagu sindenan pada kliningan, lagu-lagu Sunda kreasi barn, bahkan lagu-lagu orkes Melayu yang sedang digemari di kalangan masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Urutan Pertunjukan Topeng Banjet&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada prinsipnya urutan-urutan jalannya pementasan Kesenian Topeng Banjet dari masa silam sampai sekarang tidak berubah-ubah (bersifat tradisional), hanya cara dan gaya penampilannya saja yang berbeda. Adapun urutan-urutannya sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tabuh permulaan; tatalu merupakan musik/karawitan pembukaan yang dibawakan secara instrumentals. Tatalu ini ada yang disebut dengan tatalu Panjang dan ada yang disebut tatalu pendek yang diawali dengan arang-arang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagu permulaan; dahulu lagu gunjingan, sedangkan saat ini diganti dengan lagu¬lagu lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Topeng (ronggeng); keluar, menyanyi, dan menari, topeng menari dengan gerak tari khas topeng.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pelawak keluar, menyanyi, dan menari&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lawakan/bodoran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tarian bersama ronggeng dengan penari pria&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pentasan lakon, cerita utama, cerita ini memakan waktu dari pukul 24.00 hingga&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;03.30 dini hari. Selain cerita-cerita pendek tentang kejawaraan, juga lebih utama&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;adalah adegan Si Jantuk yang diakhiri dengan tarian-tarian dan lawakan-lawakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Adegan Si Jantuk sekarang hampir dapat dikatakan tidak ada, karena pemainnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;harus benar-benar profesional dan mengusai secara benar sejarah heroic)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lakon dalam topeng Banjet biasanya meriwayatkan atau menceritakan ketimpangan sosial, kehidupan yang tidak seimbang antara si kaya dan si miskin, anatara yang jahat dan bajik, dan sebagainya. Beberapa contoh lakon Topeng banjet adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dosa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendekar mencari pengantin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sanggabuana adu jago&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Neraka dunia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkawinan iblis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Harta warisan buaya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Warung Doyong&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kurang wiwaha&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai acara penutup biasanya diakhiri dengan lagu Kebo Ijo.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber : Masduki Aam dkk. 2005 Kesenian Tradisional Provinsi Banten Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3329877874722483145-6752258343633533634?l=teaterpelangi-karawang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/feeds/6752258343633533634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3329877874722483145&amp;postID=6752258343633533634' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/6752258343633533634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/6752258343633533634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/2010/05/mengenai-topeng-banjet.html' title='Mengenai Topeng Banjet'/><author><name>Sastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09801804454912673783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-LA9LTddfKPI/ThIC6ihr5gI/AAAAAAAAAMM/7KzQjsL1Tdo/s220/faisal%2Bmuchtar.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3329877874722483145.post-1759409870861627840</id><published>2010-05-01T00:00:00.000-07:00</published><updated>2010-05-01T00:00:02.419-07:00</updated><title type='text'>Setelah Merenungi Kota</title><content type='html'>Sebuah perjalanan panjang &lt;br /&gt;nadiku mengutuk setiap kata dan peristiwa &lt;br /&gt;dalam kota yang kehilangan air mata &lt;br /&gt;sebab Tuhan dan Dewa adalah pasangan &lt;br /&gt;lesbian yang lucu pada setiap gedung – gedung  &lt;br /&gt;dalam kemandulan imaji para satria rela telanjang &lt;br /&gt;demi pangkat dan kedudukan &lt;br /&gt;hei arjuna ! matamu merah setelah menenggak darah &lt;br /&gt;keringatmu bau sampah tubuhmu kekuning kuningan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ke ladang yang kering kerontang rumput-rumput &lt;br /&gt;teraniaya langit, padi-padi terpaksa menguning tanpa isi&lt;br /&gt;para petani mencangkul sawah dengan leher tergrok harga pupuk&lt;br /&gt;daun-daun pucat penuh debu dan angin berhembus malu-malu &lt;br /&gt;ternyata kemerdekaan hanya milik singa-singa industri &lt;br /&gt;dan sejumlah orang-orang bertahta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memasuki lorong-lorong yang sempit para ibu &lt;br /&gt;menyusui anaknya dengan puting yang berdarah&lt;br /&gt;para bapak mengunyah aspal sambil menggaruk muka &lt;br /&gt;dengan pecahan kaca seketika tikus-tikus mati besama &lt;br /&gt;bau borok yang menyengat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di masjid besar anak-anak berlarian mencari tuhan &lt;br /&gt;yang di sembunyikan tiang-tiang, azan dikumandangkan&lt;br /&gt;dalam speaker yang batuk semntara sepatu dan sandal dicuri &lt;br /&gt;malaikat maut yang miskin  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada pasar-pasar yang tak pernah tidur&lt;br /&gt;ikan asin berbaris sambil menyumpahi iblis &lt;br /&gt;sayur-sayur diikat kebohongan para pedagang&lt;br /&gt;lalu tetesan keringat kuli panggul mengkristal &lt;br /&gt;bersama bau pekat mentimun dan tomat busuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, selamatkanlah kotaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karawang 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3329877874722483145-1759409870861627840?l=teaterpelangi-karawang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/feeds/1759409870861627840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3329877874722483145&amp;postID=1759409870861627840' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/1759409870861627840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/1759409870861627840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/2010/05/setelah-merenungi-kota.html' title='Setelah Merenungi Kota'/><author><name>Sastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09801804454912673783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-LA9LTddfKPI/ThIC6ihr5gI/AAAAAAAAAMM/7KzQjsL1Tdo/s220/faisal%2Bmuchtar.jpeg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3329877874722483145.post-5645519407659673634</id><published>2010-04-26T06:00:00.000-07:00</published><updated>2011-06-30T03:30:42.699-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Art'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teater'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>TEATER SEBUAH TITIK TOLAK PEMIKIRAN</title><content type='html'>(Sebuah realitas dari entitas kebudayaan yang inspiratif bagi perkembangan seni teater)&lt;br /&gt;Oleh : Eka Priadikusumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teater Pergerakan Indonesia&lt;br /&gt;Bahasa dalam satu suku bangsa menjadi modal bagi tumbuh dan berkembangnya kebudayaan yang menjadi milik bersama. Begitupun dengan bahasa melayu yang menjadi ”lingua franca”  bagi para pedagang di kepulauan nusantara secara tegas ditetapkan oleh belanda sebagai bahasa resmi didalam negara koloni mereka, walupun didalam penyebarannya memiliki beragam dialek.&lt;br /&gt;Dengan bahasa pengantar ”resmi” ini memungkinkan terjadinya hubungan komunikasi yang lebih akrab antar kelompok budaya / etnik di nusantara dan pada akhirnya menumbuhkan nilai-nilai baru dalam berbagai aspek budaya..&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Posisi bahasa sebagai media pemersatu sangat konkret, ini termaktub didalam ideologi nasional bahwa bahasa Indonesia yang berakar dari rumpun bahasa melayu menjadi bahasa nasional dan sebagai media promosi  antar kelompok etnik. Didalam prosesnya bahasa  melahirkan tradisi unggul yaitu kesusastraan yang melahirkan sastrawan-sastrawan, penyair, novelis dan seniman-seniman sastra yang turut serta memberikan sumbangsih demi terlahirnya sebuah negara yang merdeka yaitu negara Indonesia.&lt;br /&gt;Pada masa pergerakan menuju kemerdekaan, teater sudah memulai eksistensinya dengan mengapresiasi bentuk-bentuk ekspresi kesadaran akan aspirasi bangsa yaitu dengan harapan, pengaharapan, kecemasan dan mimpi-mimpinya melalui pengadegan karya yang menggunakan medium teater dengan pemaknaan yang dapat dipahami oleh orang indonesia yaitu dengan media ”bahasa indonesia”. Salah satunya adalah karya dari Rustam Efendi (1926), dan berlanjut sekitar tahun 1928 menjelang moment Sumpah Pemuda 1928 bermunculan karya penulis pada masanya seperti Sanusi Pane dengan ’Kertajaya’,dan  ’Sandhyakalaning Majapahit’ juga Muhammad Yamin ’Ken Arok dan Ken Dedes’. Naskah-naskah tersebut menyiratkan tema dan makna dengan visi yang melahirkan rasa kebangsaan,  harapan-harapan dan masalahnya!. Semua naskah tersebut menggunakan bahasa indonesia dan ditulis oleh intelektual indonesia yang terlibat secara langsung dalam perjuangan menuju kemerdekaan..Soekarno sendiri pernah menulis dan menyutradarai sebuah pertunjukan ketika diasingkan di Bengkulu pada tahun 1927.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idiom teater nasional sebuah ”keharusan?”.&lt;br /&gt;Sebagai sebuah seni pertunjukan keberadaan teater jelas membutuhkan sebuah ruang apresiasi dimana karya yang dipertunjukan membutuhkan elemen pendukung yaitu penonton yang ”mengerti” idiom teater. Dengan beragamnya etnik dalam wujud wilayah budaya kepulauan jelas memunculkan pertanyaan besar, yaitu idiom teater seperti apa? Dan penonton seperti apa? Ketika secara faktual negara kita terdiri dari kurang lebih 13.000 pulau dan 300 kelompok etnis yang tersebar. Pada masa dimana alat tranportasi sangat sulit untk menghubungkan antar wilayah serta jalur komunikasi masih terbatas maka tentunya banyak wilayah budaya yang masih terisolasi dan memungkinkan tumbuh dan berkembangnya teater tradisonal setempat yang tidak terjamah ”intervensi” oleh budaya dari luar dan pada akhirnya akan memperkaya khazanah  budaya nasional, seperti wayang, teater-teater dari jawa, sunda dan bali, makyong, randai, lenong, topeng banjet, longser, kethoprak, ludruk, kecak wayang wong dll.&lt;br /&gt;Propaganda-propaganda dari semangat nasionalisme pada masa pergerakan kemerdekaan seolah menggambarkan kebutuhan akan sebuah bentuk teater ”nasional” yang dapat ”mewakili” idiom nasionalisme yang merangkum dari keberagaman etnik.Tapi wujud teater nasional ini harus melewati tahap-tahap beragam permasalahan sebelum menemukan ”wujud” idiom gaya baru. Tak dapat disangkal keberadaan teater-teater tradisional yang sudah establish memberikan kontribusi positif dengan lahirnya teater ”trans etnik”.&lt;br /&gt;Ini harusnya menjadi sebuah inspirasi untuk kelanjutan gerak teater sebagai sebuah pergerakan kearah perubahan yang kondusif dan kontributif bagi keangsungan hidup teater di tanah air.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3329877874722483145-5645519407659673634?l=teaterpelangi-karawang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/feeds/5645519407659673634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3329877874722483145&amp;postID=5645519407659673634' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/5645519407659673634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/5645519407659673634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/2009/09/teater-sebuah-titik-tolak-pemikiran.html' title='TEATER SEBUAH TITIK TOLAK PEMIKIRAN'/><author><name>Sastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09801804454912673783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-LA9LTddfKPI/ThIC6ihr5gI/AAAAAAAAAMM/7KzQjsL1Tdo/s220/faisal%2Bmuchtar.jpeg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3329877874722483145.post-6378933914430390096</id><published>2010-04-22T06:00:00.000-07:00</published><updated>2011-07-13T13:14:37.296-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lutung Kasarung'/><title type='text'>Lutung Kasarung</title><content type='html'>Dahulu ada seorang raja yang adil dan bijaksana Prabu Tapa Agung namanya. Beliau dianugrahi tujuh orang putri. Berturut-turut mereka itu adalah Purbararang, Purbadewata, Purbaendah, Purbakancana, Purbamanik, Purbaleuih, dan si bungsu Purbasari. Ketujuh putri itu sudah menikah remaja dan semuanya cantik-cantik. Yang paling cantik dan paling manis budinya adalah Purbasari. Ia menjadi buah hati seluruh rakyat Kerajaan Pasir Batang.&lt;br /&gt;Putri sulung Purbararang sudah bertunangan dengan Raden Indrajaya, putra salah seorang mentri kerajaan. Kepada Purbararang dan Indrajayalah seharusnya Prabu Tapa Agung dapat mempercayakan kerajaan. Akan tetapi, walaupun beliau sudah lanjut usia dan sudah waktunya turun tahta, beliau belum leluasa untuk menyerahkan mahkota. Karena, baik Purbararang maupun Indrajaya belum dapat beliau percaya sepenuhnya.&lt;br /&gt;Sang Prabu merasa sebagai putri sulung, Perangai Purbararang tidak sesuai dengan yang diharapkan dari seorang pemimpin kerajaan. Purbararang mempunyai sifat angkuh dan kejam, sedangkan Indrajaya adalah seorang pesolek. Bangsawan muda itu akan lebih banyak memikirkan pakaian dan perhiasan dirinya daripada mengurus keamanan dan kesejahteraan rakyat kerajaan.&lt;br /&gt;Menghadapi masalah seperti itu, Prabu Tapa Agung sering bermuram durja. Demikian pula permaisurinya, ibunda ketujuh putri itu. Mereka sering membicarakan masalah itu, tetapi tidak ada jalan keluar yang ditemukan.&lt;br /&gt;Namun, kiranya kerisauan dan kebingungan raja yang baik itu diketahui oleh Sunan Ambu yang bersemayam di kahyangan atau Buana Pada. Pada suatu malam, ketika Prabu Tapa Agung tidur, beliau bermimpi. Di dalam mimpinya itu Sunan Ambu berkata, “Wahai Raja yang baik, janganlah risau. Sudah saatnya kamu beristirahat. Tinggalkanlah istana. Tinggalkanlah tahta kepada putri bungsu Purbasari. Laksanakanlah keinginanmu untuk jadi pertapa.”&lt;br /&gt;Setelah beliau bangun, hilanglah kerisauan beliau. Petunjuk dari khayangan itu benar-benar melegakan hati beliau dan permaisuri.&lt;br /&gt;Keesokan harinya sang Prabu mengumpulkan ketujuh putri beliau, pembantu, penasehat beliau yang setia, yaitu Uwak Batara Lengser, patih, para menteri dan pembesar-pembesar kerajaan lainnya.&lt;br /&gt;Beliau menyampaikan perintah Sunan Ambu dari Kahyangan bahwa sudah saatnya beliau turun tahta dan menyerahkan kerajaan kepada Putri Purbasari.&lt;br /&gt;Berita itu diterima dengan gembira oleh kebanyakan isi istana, kecuali oeh Purbararang dan Indrajaya. Mereka pura-pura setuju, walaupun didalam hati mereka marah dan mulai mencari akal bagaimana merebut tahta dari Purbasari.&lt;br /&gt;Akal itu segera mereka dapatkan. Sehari setelah ayah bunda mereka tidak berada di istana, Purbararang dengan bantuan Indrajaya menyemburkan boreh, yaitu zat berwara hitam yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan, ke wajah dan badan Purbasari.&lt;br /&gt;Akibatnya Purbasari menjadi hitam kelam dan orang Pasir Batang tidak mengenalinya lagi. Itulah sebabnya putri bungsu itu tidak ada yang menolong ketika diusir dari istana.&lt;br /&gt;Tak ada yang percaya ketika dia mengatakan bahwa ia Purbasari, Ratu Pasir Batang yang baru. Di samping itu, mereka yang tahu dan menduga bahwa gadis hitam kelam itu adalah Purbasari, tidak berani pula menolong.&lt;br /&gt;Mereka takut akan Purbararang yang terkenal kejam. Bahkan Uwak Batara Lengser tidak berdaya mencegah tindakan Purbararang itu.&lt;br /&gt;Ketika ia disuruh membawa Purbasari ke hutan, ia menurut. Akan tetapi setiba di hutan, Uwak Batara Lengser membuatkan gubuk yang kuat bagi putri bungsu itu. Ia pun menasehatinya dengan kata-kata lembut, “Tuan Putri bersabarlah. Jadikanlah pembuangan ini sebagai kesempatan bertapa untuk memohon perlindungan dan kasih sayang para penghuni kahyangan. “Nasehat Uwak Batara Lengser itu mengurangi kesedihan Putri Purbasari. Ia setuju bahwa ia akan melakukan tapa. “Bagus, Tuan Putri. Janganlah khawatir, Uwak akan sering datang kesini menengok dan mengirim persediaan.”&lt;br /&gt;Selagi didunia atau Buana Panca Ttengah terjadi peristiwa pengusiran dan pembuangan Purbasari kedalam hutan, di Kahyangan atau Buana Pada terjadi peristiwa lain.&lt;br /&gt;Berhari-hari Sunan Ambu gelisah karena putranya Guruminda tidak muncul. Maka Sunan Ambu pun meminta para penghuni kahyangan baik pria maupun wanita untuk mencarinya.&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian seorang pujangga datang dan memberitakan bahwa Guruminda berada ditaman Kahyangan. Ditambahkan bahwa Guruminda tampak bermuram durja. Sunan Ambu meminta kepada pelayan kahyangan agar Guruminda dipanggil, diminta menghadap.&lt;br /&gt;Agak lama Guruminda tidak memenuhi panggilan itu sehingga ia dipanggil kembali. Akhirnya dia muncul dihadapan ibundanya, Sunan Ambu.&lt;br /&gt;Akan tetapi, ia bertingkah laku lain dari pada biasanya. Ia terus menunduk seakan-akan malu memandang wajah ibunya sendiri. Namun, kalau Sunan Ambu sedang tidak melihat, ia mencuri-curi pandang.&lt;br /&gt;“Guruminda, anakku, apakah yang kau sedihkan?Ceritalah kepada Ibu,” ujar Sunan Ambu dengan lembut dan penuh kasih sayang. Guruminda tidak menjawab. Demikian pula ketika Sunan Ambu mengulang pertanyaan beliau. Karena Sunan Ambu seorang wanita yang arif, beliau segera menyadari apa yang terjadi dengan putranya.&lt;br /&gt;Beliau berkata, “Ibu sadar, sekarang kau sudah remaja. Usiamu tujuh belas tahun. Adakah bidadari yang menarik hatimu. Katakanlah pada Ibu siapa dia. Nanti Ibu akan memperkenalkanmu kepadanya.” Untuk beberapa lama Guruminda diam saja. “Guruminda, berkatalah, “ujar Sunan Ambu.&lt;br /&gt;Guruminda pun berkata, walaupun perlahan-lahan sekali, “Saya tidak ingin diperkenalkan dengan bidadari manapun, kecuali yang secantik Ibunda,” katanya.&lt;br /&gt;Mendengar perkataan putranya itu Sunan Ambu terkejut. Akan tetapi, sebagai wanita yang arif beliau tidak kehilangan akal apalagi marah. Beliau arif bahwa putranya sedang menghadapi persoalan. Beliau pun berkata, “Guruminda, gadis yang serupa dengan Ibunda tidak ada di Buana Pada ini. Ia berada di Buana Panca Tengah. Pergilah kamu ke sana. Akan tetapi tidak sebagai Guruminda. Kamu harus menyamar sebagai seekor kera atau lutung.”&lt;br /&gt;Setelah Sunan Ambu berkata begitu, berubahlah Guruminda menjadi seekor kera atau lutung. “Pergilah anakku, ke Buana Panca Tengah, kasih sayangku akan selalu bersamamu. Kini namamu Lutung Kasarung.”&lt;br /&gt;Guruminda sangat terkejut dan sedih ketika menyadari bahwa dia sudah menjadi lutung. Ia beranggapan bahwa ia telah dihukum oleh Ibunda Sunan Ambu karena kelancangannya. Ia cuma menunduk. “Pergilah, Anakku. Gadis, itu menunggu disana dan memerlukan bantuanmu.” ujar Sunan Ambu pula.&lt;br /&gt;Guruminda sadar bahwa menjadi lutung adalah sudah nasibnya dan ia pun mengundurkan diri dari hadapan ibundanya. Dengan harapan akan bertemu gadis yang serupa dengan ibundanya, ia meninggalkan Buana Pada. Ia melompat dari awan ke awan hingga akhirnya tiba di bumi. Guruminda mencari tempat yang cocok untuk turun. Ketika melihat sebuah hutan, ia pun melompat ke bumi. Ia melompat dari pohon ke pohon. Lutung-lutung dan monyet-monyet mengelilinginya. Karena mereka menyadari bahwa Guruminda, yang berganti nama menjadi Lutung Kasarung, lebih besar dan cerdas, mereka menerimanya sebagai pemimpin. Demikianlah Lutung Kasarung mengembara di dalam hutan belantara, mencari gadis yang sama cantiknya dengan ibunda Sunan Ambu.&lt;br /&gt;Tersebutlah di kerajaan Pasir Batang, Ratu Purbararang hendak melaksanakan upacara. Dalam upacara itu diperlukan kurban binatang. Ratu Purbararang memanggil Aki Panyumpit. “Aki!” katanya, “Tangkaplah seekor hewan untuk dijadikan kurban dalam upacara. Kalau kamu tidak mendapatkannya nanti siang, kamu sendiri jadi gantinya.”&lt;br /&gt;Dengan ketakutan yang luar biasa Aki Panyumpit tergesa-gesa masuk hutan belantara. Akan tetapi, tidak seekor bajingpun ia temukan. Binatang-binatang sudah diberi tahu oleh Lutung Kasarung agar bersembunyi. Lalu, berjalanlah Aki Panyumpit kian kemari di dalam hutan itu hingga kelelahan.&lt;br /&gt;Ia pun duduk dibawah pohon dan menangis karena putus asa. Pada saat itulah Lutung Kasarung turun dari pohon dan duduk dihadapan Aki Panyumpit. Aki Panyumpit segera mengambil sumpitnya dan membidik kearah Lutung Kasarung.&lt;br /&gt;Namun Lutung Kasarung berkata, “Janganlah menyumpit saya karena saya tidak akan mengganggumu. Saya datang kesini karena melihat kakek bersedih.”&lt;br /&gt;Aki Panyumpit terkejut mendengar lutung dapat berbicara. “Mengapa kakek bersedih?” tanya Lutung Kasarung.&lt;br /&gt;Ditanya demikian, Aki Panyumpit menceritakan apa yang dialaminya. “Kalau begitu bawalah saya ke istana,kakek,” ujar Lutung Kasarung.&lt;br /&gt;“Tetapi kamu akan dijadikan kurban!” kata Aki Panyumpit yang menyukai Lutung Kasarung.&lt;br /&gt;“Saya tidak rela kamu dijadikan kurban,” lanjut Aki Pannyumpit.&lt;br /&gt;“Tetapi kalau kakek tidak berhasil membawa hewan, kakek sendiri yang akan disembelih sebagai kurban,” jawab Lutung Kasarung.&lt;br /&gt;Aki Panyumpit tidak dapat berkata-kata lagi karena bingung.&lt;br /&gt;“Oleh karena itu, bawalah saya ke istana. Janganlah khawatir,” Kata Lutung Kasarung.&lt;br /&gt;“Baiklah, kalau begitu”, kata Aki Panyumpit. Mereka pun keluar dari hutan menuju kerajaan Pasir Batang.&lt;br /&gt;Setiba di alun-alun kerajaan, beberapa prajurit memegang dan mengikat Lutung Kasarung. Prajurit lain mengasah pisau untuk menyembelihnya.&lt;br /&gt;Lutung Kasarung yang sudah di ikat dibawa ketengah alun-alun. Di sana Purbararang dan Indrajaya serta para pembesar kerajaan sudah hadir. Demikian pula lima putri adik-adik Purbararang.&lt;br /&gt;Saat itu segala perlengkapaan upacara sudah disiapkan. Seorang pendeta sudah mulai menyalakan kemenyan dan berdoa. Seorang prajurit dengan pisau yang sangat tajam berjalan akan melaksanakan tugasnya. Ia memegang kepala Lutung Kasarung. Akan tetapi, tiba-tiba Lutung Kasarung menggeliat.&lt;br /&gt;Tambang-tambang ijuk yang mengikat tubuhnya satu persatu mulai putus dan kemudian Ia pun bebas. Ia lalu memporak-porandakan perlengkapan upacara. Para putri dan wanita-wanita bangsawan menjerit ketakutan. Para prajurit mencabut senjata dan berusaha membunuh Lutung Kasarung. Namun, tidak seorang pun sanggup mendekatinya.&lt;br /&gt;Lutung Kasarung sangat lincah dan tangkas. Ia melompat- lompat kesana kemari, di tengah-tengah hadirin yang berlari menyelamatkan diri.&lt;br /&gt;Lutung Kasarung sengaja merusak barang-barang dan perlengkapan. Di melompat ke panggung tempat para putri menenun dan merusak perlengkapan tenun.&lt;br /&gt;Setelah hadirin melarikan diri dan prajurit-prajurit kelelahan, Lutung Kasarung duduk di atas benteng yang mengelilingi halaman dalam istana .&lt;br /&gt;Dari dalam istana, Purbararang dan adik-adiknya memandanginya dengan keheranan dan ketakutan. Indrajaya ada pula disana, ikut sembunyi dengan putri-putri dan para wanita.&lt;br /&gt;Purbararang kemudian menjadi marah, “Bunuh! Ayo bunuh lutung itu!” teriaknya. Beberapa orang prajurit maju akan mengepung Lutung Kasarung lagi. Akan tetapi, Lutung Kasarung segera menyerang mereka dan membuat mereka lari ketakutan ke berbagai arah.&lt;br /&gt;Uwak Batara Lengser adalah orang tua yang bijaksana, walaupun sudah tua tetap gagah berani. Ia berjalan menuju Lutung Kasarung dan berdiri di dekatnya. Ternyata, Lutung Kasarung tidak memperlihatkan sikap permusuhan kepadanya. “Kemarilah Lutung, janganlah kamu nakal dan menakut-nakuti orang, kamu anak yang baik.”&lt;br /&gt;Pada saat itu beberapa orang prajurit mencoba menyergap Lutung Kasarung. Namun, Lutung Kasarung selalu waspada. Ia menyerang balik, mencakar, dan menggigit mereka. Mereka tunggang langgang melarikan diri dan tidak berani muncul kembali. Setelah itu Lutung Kasarung kembali kepada Uwak Batara Lengser dan seperti seorang anak yang baik, duduk didekat kaki orang tua itu.&lt;br /&gt;Purbararang yang melihat pemandangan itu dari jauh, timbul niat jahatnya. Lutung yang besar dan jahat itu sebaiknya dikirim kehutan tempat Purbasari berada, pikirnya. Kalau Purbasari tewas diterkam lutung itu, maka ia akan tenang menduduki tahta Kerajaan Pasir Batang. Cara mengirim lutung itu tampaknya dapat dilaksanakan melalui Uwak Batara Lengser karena lutung itu tidak memperlihatkan sikap permusuhan terhadap Uwak Batara Lengser.&lt;br /&gt;Berkatalah Purbararang kepada Uwak Batara Lengser, meminta orang tua itu mendekat. Orang tua itu menurut, “Uwak Batara Lengser, singkirkan lutung galak itu kehutan. Tempatkan bersama Purbasari. Kalau sudah jinak, kita kurbankan nanti.” Uwak Batara Lengser tahu maksud Purbararang, tetapi ia menurut saja. Ia pun tidak yakin apakah lutung itu akan mencederai Purbasaari. Ia melihat sesuatu yang aneh pada lutung itu. Itulah sebabnya ia mengulurkan tangan pada lutung itu sambil berkata, “Marilah kita pergi, lutung. Kamu saya bawa ketempat yang lebih cocok bagimu.” Lutung itu menurut. Uwak Batara Lengser pun menuntunnya meninggalkan tempat itu dan menuju ke hutan.&lt;br /&gt;Sampai di hutan, Uwak Batara Lengser berseru kepada Purbasari memberitahukan kedatangannya. Purbasari keluar dari gubuk dengan gembira. Lutung Kasarung melihat seorang gadis yang kulitnya hitam kelam di celup boreh. Ia tertegun sejenak sehingga Uwak Batara Lengser berkata kepadanya, “Itu Putri Purbasari. Ia gadis yang manis dan baik hati. Kamu harus menjaganya.”&lt;br /&gt;“Ya,” kata Lutung Kasarung.&lt;br /&gt;Uwak Batara Lengser dan Purbasari keheranan. Akan tetapi, Uwak Batara Lengser berkata, “Semoga kedatanganmu ke Pasir Batang dikirim Kahyangan untuk kebaikan semua.”&lt;br /&gt;Setelah Uwak Batara Lengser pergi, Lutung Kasarung meminta bantuan kawan-kawannya untuk mengumpulkan buah-buahan dan bunga-bungaan untuk Purbasari. Putri itu benar-benar terhibur dalam kesedihannya. Ia pun tidak kesunyian lagi. Bukan saja Lutung Kasarung selalu ada didekatnya, tetapi binatang-binatang lain seperti rusa, bajing, dan burung-burung berbagai jenis, berkumpul dekat gubuknya.&lt;br /&gt;Ketika malam tiba, Lutung Kasarung berdoa, memohon kepada Ibunda Sunan Ambu agar membantunya. Sunan Ambu mendengar doanya dan memerintahkan kepada beberapa orang pujangga dan pohaci agar turun ke bumi untuk membantu Lutung Kasarung.&lt;br /&gt;Ketika para pujangga tiba dihutan itu, Lutung Kasarung meminta kepada mereka agar dibuatkan tempat mandi bagi Purbasari. Para pujangga yang sakti itu membantu Lutung Kasarung membuat jamban salaka, tempat mandi dengan pancuran emas dan lantai serta dinding pualam. Airnya dialirkan dari mata air yang jernih yang ditampung dulu dalam telaga kecil. Ke dalam telaga kecil itu ditaburkan berbagai bunga-bungaan yang wangi. Sementara itu para pohaci menyiapkan pakaian bagi Purbasari. Pakaian itu bahannya dari awan dan warnanya dari pelangi. Tak ada pakaian seindah itu di bumi.&lt;br /&gt;Keesokan harinya Purbasari sangat terkejut melihat Jamban Salaka itu. Akan tetapi, Lutung Kasarung mengatakan kapadanya bahwa ia tidak perlu heran. Kabaikan hati Purbasari telah menimbulkan kasih sayang Kahyangan kepadanya.&lt;br /&gt;“Jamban Salaka dan pakaian yang tersedia di dalamnya adalah hadiah dari Buana Pada bagi Tuan Putri,” kata Lutung Kasarung&lt;br /&gt;“Kau sendiri adalah hadiah dari Buana Pada bagiku, Lutung,” kata Purbasari, lalu memasuki Jamban Salaka. Ternyata, air di Jamban Salaka memiliki khasiat yang tidak ada pada air biasa dipergunakan Purbasari.&lt;br /&gt;Ketika air itu dibilaskan, hanyutlah boreh dari kulit Purbasari. Kulitnya yang kuning langsat muncul kembali bahkan lebih cemerlang. Dalam kegembiraannya, Purbasari tidak putus-putusnya mengucapkan syukur kepada Kahyangan yang telah mengasihinya.&lt;br /&gt;Selesai mandi, ia mengambil pakaian buatan para pohaci. Ia terpesona oleh keindahan pakaian yang dilengkapi perhiasan-perhiasan yang indah. Ia pun segera mengenakannya, lalu keluar dari Jamban Salaka. ‘Lutung lihatlah!. Apakah pakaian ini cocok bagiku?”&lt;br /&gt;Lutung Kasarung sendiri terpesona. Dalam hatinya ia berkata, “Putri Purbasari, engkau seperti kembaran Ibunda Sunan Ambu, hanya jauh lebih muda.”&lt;br /&gt;“Lutung, pantaskah pakaian ini bagiku?” tanya Purbasari pula.&lt;br /&gt;“Para pohaci mencocokkannya bagi tuan putri,” jawab Lutung Kasarung seraya bersyukur dalam hatinya dan memuji kebijaksanaan Ibunda Sunan Ambu.&lt;br /&gt;Peristiwa didalam hutan itu akhirnya terdengar oleh Purbararang. Rakyat Kerajaan Pasir Batang yang biasa mencari buah-buahan atau berburu kehutan membawa kabar aneh. Mereka bercerita tentang hutan yang berubah menjadi taman, tentang gubuk gadis hitam yang berubah menjadi istana kecil, tentang tempat mandi yang sangat indah, dan pimpinan seekor lutung yang sangat besar. Seekor lutung besar menyebabkan mereka tidak berani memasuki taman itu.&lt;br /&gt;Kabar aneh itu sampai juga ke telinga Purbararang. Ia menduga ada bangsawan-bangsawan Pasir Batang yang diam-diam membantu Purbasari. Ia pun menjadi marah dan berpikir mencari jalan untuk mencelakakan Purbasari. Ia segera menemukan jalan untuk mecelakakan adik bungsunya itu.&lt;br /&gt;Purbararang berpendapat bahwa para bangsawan Pasir Batang yang berpihak pada Purbasari tidak akan berani membantu adiknya itu secara terang-terangan. Oleh karena itu, Purbasari harus ditantang dalam pertandingan terbuka.&lt;br /&gt;Para bangsawan dapat membuatkan Purbasari taman, istana kecil, dan Jamban Salaka. Itu mereka lakukan sembunyi-sembunyi dalam waktu yang lama, pikir Purbararang. Kalau Purbasari diharuskan membuat huma dalam satu hari seluas lima ratus depa, tak ada yang berani atau dapat membantunya. Ia sendiri dengan mudah akan dapat membuka huma ribuan depa dengan bantuan para prajurit.&lt;br /&gt;Maka ia pun memanggil Uwak Batara Lengser dan berkata, “Uwak, berangkatlah ke hutan. Sampaikan pada Purbasari bahwa saya menantangnya berlomba membuat huma. Purbasari harus membuat huma seluas lima ratus depa dan harus selesai sebelum fajar besok. Kalau tidak dapat menyelesaikannya, atau tidak dapat mendahului saya maka ia akan dihukum pancung.”&lt;br /&gt;Uwak Batara Lengser segera pergi kehutan. Ia disambut oleh Purbasari dan Lutung Kasarung. Ketika mendengar berita yang menakutkan itu, Purbasari pun menangis. ‘Kalau nasib saya harus mati muda, saya rela. Yang menyebabkan saya menangis adalah tindakan kakanda Purbararang. Begitu besarkah kebenciannya kepada saya?”&lt;br /&gt;Lutung Kasarung berkata, “Jangan khawatir Tuan Putri, Kahiangan tidak akan melupakan orang yang tidak bersalah.”&lt;br /&gt;Sementara ketiga sahabat itu sedang berbicara didalam hutan, Purbararang tidak menyia-nyiakan waktu. Ia memanggil seratus orang prajurit dan memerintahkan agar mereka membuka hutan untuk huma didekat tempat tinggal Purbasari. Huma harus selesai keesokan harinya. Kalau tidak selesai, para prajurit itu akan dihukum pancung. Para prajurit yang ketakutan segera berangkat ke hutan dan langsung bekerja keras membuka hutan. Mereka terus bekerja walaupun malam turun dan mulai gelap. Mereka terpaksa menggunakan obor yang banyak jumlahnya.&lt;br /&gt;Sementara itu Lutung Kasarung mempersilahkan Purbasari masuk kedalam istana kcilnya untuk beristirahat. “Serahkanlah pekerjaan membuat huma itu kepada saya, Tuan Putri,’ katanya.&lt;br /&gt;Ketika Purbasari sudah masuk kedalam istana kecilnya, Lutung Kasarung segera berdoa, memohon bantuan Ibunda Sunan Ambu dari Buana Pada. Doanya didengar dan Sunan Ambu mengutus empat puluh orang pujangga untuk membuat huma. Lahan yang dipilih adalah sebidang huma yag sudah terbuka dan cocok untuk ditanami padi. Huma itu letaknya tidak jauh dari hutan yang sedang dibuka oleh prajurit-prajurit Pasir Batang.&lt;br /&gt;Keesokan harinya ketika matahari terbit, berangkatlah rombongan dari istana Pasir Batang menuju hutan. Purbararang duduk diatas tandu yang dihiasi sutra dan permata yang gemerlapan. Sementara itu tunangannya, Indrajaya, menunggang kuda di sampingnya. Lima orang putri bersaudara ada pula dalam rombongan bersama sejumlah bangsawan. Ratusan prajurit mengawal. Tak ketinggalan seorang algojo dengan kapak besarnya. Purbararang yakin bahwa hari itu ia akan dapat menghukum pancung adiknya, Purbasari. Akan tetapi, ia dan rombongan terkejut sebab disamping huma yang dibuka para prajurit telah ada pula huma lain yang lebih bagus.&lt;br /&gt;Di tengah huma itu berdiri Uwak Batara Lengser dan Lutung Kasarung. “Gusti Ratu,” kata Uwak Batara Lengser, “Inilah huma Putri Purbasari.”&lt;br /&gt;Purbararang benar-benar kecewa, malu,dan marah. Ia berteriak, “Baik, tetapi sekarang saya menantang Purbasari bertanding kecantikan denganku. Kalian yang menilai,” katanya seraya berpaling pada khalayak.&lt;br /&gt;Purbararang menyangka Purbasari masih hitam kelam karena boreh. “Uwak, suruh dia keluar dari rumahnya!”&lt;br /&gt;Uwak Batara Lengser mempersilahkan Purbasari keluar dari istana kecilnya. Purbasari muncul dan orang-orang memadangnya dengan takjub. Banyak yang lupa bernapas dan berkedip. Banyak pula yang lupa menutup mulutnya.&lt;br /&gt;Begitu cantiknya Purbasari sehingga seorang bangsawan berkata, “Saya seakan-akan melihat Sunan Ambu turun ke Bumi.”&lt;br /&gt;Melihat hal itu mula-mula Purbararang kecut. Akan tetapi dia ingat, bahwa dia masih punya harapan untuk menang. Ia berteriak, “Purbasari, marilah kita bertanding rambut. Siapa yang lebih panjang, dia menang. Lepas sanggulmu!” Sambil berkata begitu Purbararang berdiri dan melepas sanggulnya. Rambutnya yang hitam dan lebat terurai hingga kepertengahan betisnya.&lt;br /&gt;Purbasari terpaksa menurut. Ia pun melepas sanggulnya. Rambutnya yang hitam berkilat dan halus bagai sutra bergelombang bagaikan air terjun hingga ketumitnya. Purbararang terpukul kembali. Akan tetapi, dia tidak kehabisan akal. Ia ingat bahwa ia mempunyai pinggang yang sangat ramping.. Ia berkata, “Lihat semua. Ikat pinggang yang kupakai ini bersisa lima lubang. Kalau Purbasari menyisakan kurang dari lima lubang, ia dihukum pancung.” Seraya berkata begitu ia melepas ikat pinggang emas bertahta permata dan melemparkannya kepada Purbasari. Purbasari memakainya dan ternyata tersisa tujuh lubang&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Sekarang Purbararang menjadi kalap. Ia berteriak, “Hai orang-orang Pasir Batang, masih ada satu pertandingan yang tidak mungkin dimenangkan oleh Purbasari. Pertandingan apa itu? Coba tebak!” katanya seraya melihat wajah-wajah bangsawan Pasir Batang yang berdiri didekatnya. Ia tertawa karena yakin ia akan menang dalam pertandingan terakhir ini.&lt;br /&gt;“Pertandingan apa, Kakanda?” kata salah seorang di antara adiknya.&lt;br /&gt;Purbararang tersenyum. “Dengarkan!” katanya pula, “Dalam pertandingan ini kalian harus membandingkan siapa di antara calon suami kami yang lebih tampan. Lihat kepada tunangan saya, Indrajaya. Bagaimana pendapat kalian? Tampankah ia?”&lt;br /&gt;Untuk beberapa lama tidak ada yang menjawab. Mereka bingung dan terkejut. Purbararang membentak, “Jawab! Tampankah dia?” Orang-orang menjawab, “Tampan, Gusti Ratu!” Purbararang tidak puas, “Lebih nyaring!”&lt;br /&gt;“Tampan Gusti Ratu!”&lt;br /&gt;Sambil tersenyum Purbararang melihat kearah Purbasari yang berdiri dekat Uwak Batara Lengser dan Lutung Kasarung. “Dengarkanlah, Purbasari. Sekarang kamu tidak bisa lolos. Kita akan bertanding membandingkan ketampanan calon suami. Calon suamiku adalah Indrajaya yang tampan dan gagah itu. Siapakah calon suamimu itu?” Purbasari kebingungan. “Siapa lagi calon suamimu kecuali lutung besar itu?” teriak Purbararang seraya menunjuk ke arah Lutung Kasarung. Lalu ia tertawa.&lt;br /&gt;Purbasari terdiam. Ia memandang ke arah Lutung Kasarung. Semuanya terdiam. Algojo melangkah ke arah Purbasari seraya memutar-mutar kapaknya yang lebar dan tebal. Seraya memandang ke arah Lutung Kasarung dan sambil tersenyum sayu Purbasari berkata, “Memang seharusnya kamu menjadi calon suamiku, Lutung.”&lt;br /&gt;Mendengar apa yang diucapkan Purbasari itu gembiralah Purbararang. Sekarang ia dapat membinasakan Purbasari. Akan tetapi, sesuatu terjadi. Mendengar perkataan Purbasari itu, Lutung Kasarung berubah, kembali ke asalnya sebagai Guruminda yang gagah dan tampan. Semua terheran-heran dan terpesona oleh ketampanan Guruminda. Guruminda sendiri memegang tangan Purbasari dan berkata, “Ratu kalian yang sebenarnya, Purbasari, telah mengatakan bahwa saya sudah seharusnya menjadi calon suaminya. Sebagai calon suaminya, saya harus melindungi dan membantunya. Tahtanya telah direbut oleh Purbararang. Sebagai tunangan Purbararang, Anda harus berada di pihaknya, Indrajaya. Oleh karena itu, marilah kita berperang tanding.”&lt;br /&gt;Indrajaya bukannya siap berperang tanding, tetapi malah berlutut dan menyembah kepada Guruminda, mohon ampun dan dikasihani. Purbararang menangis dan minta maaf kepada Purbasari. Sementara itu para bangsawan dan prajurit serta rakyat justru bergembira. Mereka akan bebas dari ketakutan dan tekanan para pendukung Purbararang.&lt;br /&gt;Pada hari itu juga Ratu purbasari kembali ke Kerajaan didampingi oleh suaminya, Guruminda. Purbararang dan Indrajaya dihukum dan dipekerjakan sebagai tukang sapu di taman istana. Rakyat merasa lega. Mereka kembali bekerja dengan rajin seperti di jaman pemerintahan Prabu Tapa Agung. Berkat bantuan Guruminda, Purbasari memerintah dengan cakap dan sangat bijaksana. Rakyat Kerajaan Pasir Batang merasa terlindungi, suasana aman dan tentram sehingga mereka bisa bekerja dengan tenang pada akhirnya kemakmuran dapat mereka peroleh secara&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3329877874722483145-6378933914430390096?l=teaterpelangi-karawang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/feeds/6378933914430390096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3329877874722483145&amp;postID=6378933914430390096' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/6378933914430390096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/6378933914430390096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/2010/04/lutung-kasarung.html' title='Lutung Kasarung'/><author><name>Sastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09801804454912673783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-LA9LTddfKPI/ThIC6ihr5gI/AAAAAAAAAMM/7KzQjsL1Tdo/s220/faisal%2Bmuchtar.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3329877874722483145.post-5597579281464469550</id><published>2009-12-30T03:58:00.000-08:00</published><updated>2011-06-28T12:21:22.452-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download Naskah Drama Gratis'/><title type='text'>Download Gratis Naskah Drama dan Monolog  (Teater)</title><content type='html'>Salam Budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan Di Download Naskah drama dan monolog ini &lt;br /&gt;Caranya Copy paste link download nya di Jendela Browser anda&lt;br /&gt;gampang kan???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapai-kapai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7915985/naskahKapai-Kapai1504SELESAI.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tirani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7915986/tirani2.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puing-puing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7915987/puing-puing.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patung dan Ayam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7915988/patungdanayam.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyai Ruminah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7915989/NYAIRUMINAH.doc.html &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episodedaunkering.doc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7796682/Episodedaunkering.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;English-Drama-The-Turtle-and-The-Twin-Swan.doc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7796681/English-Drama-The-Turtle-and-The-Twin-Swa&lt;br /&gt;n.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MonologKoruptorygBudiman.rtf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7796677/MonologKoruptorygBudiman.rtf.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episodedaunkering.txt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7796676/Episodedaunkering.txt.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKA_TARUB.doc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7796675/JAKA_TARUB.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kisah_cinta_hari_rabu.pdf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7796674/kisah_cinta_hari_rabu.pdf.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LakonJULIUSCAESAR.rtf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7796673/LakonJULIUSCAESAR.rtf.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NyanyianAngsa.doc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7796656/NyanyianAngsa.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pinangan.doc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7796655/pinangan.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MonologTerkapar.rtf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7796654/MonologTerkapar.rtf.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pagi-bening.doc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7796653/pagi-bening.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monologmesintikyangmati.doc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7796652/Monologmesintikyangmati.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SamuelBeckettNAPAS.rtf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7796636/SamuelBeckettNAPAS.rtf.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WEKWEK.doc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7796630/WEKWEK.doc.html &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ronggeng dukuh Paruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7928063/RonggengDukuhParukmonolog.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasir Kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7928064/KASIRKITAmonolog.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci Kontak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7928065/KunciKontakmonolog.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topeng-Topeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7928066/TOPENG-TOPENGmonolog.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Swaka Darma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7928067/SEWAKADARMAmonolog.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucing Hideung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7928068/UCINGHIDEUNGmonolog.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Racun Tembakau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7928069/RACUNTEMBAKAUmonolog.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumbi dan Gigi Imitasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7928214/SUMBIDANGIGIIMITASI.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RT NOL RW NOL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7928215/RTNOLRWNOL.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdampar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7928216/TERDAMPAR.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Kembar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7928217/NABIKEMBAR.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7928218/PELAJARANII.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan Dalam Bahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu .com/download/7928219/SETANDALAMBAHAYA.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Penjudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7928220/PARAPENJUDI.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat Istirahat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7928221/TEMPATISTIRAHAT.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Night&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7928222/NIGHT.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu Salah paham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7928223/SESUATUSALAHPAHAM.doc.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download juga Naskah Drama di link ini :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://faisalmuchtar.blogspot.com/"&gt;http://faisalmuchtar.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--google_ad_client = "ca-pub-2332818081936296";/* iklanku */google_ad_slot = "2141927688";google_ad_width = 100;google_ad_height = 220;//--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3329877874722483145-5597579281464469550?l=teaterpelangi-karawang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/feeds/5597579281464469550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3329877874722483145&amp;postID=5597579281464469550' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/5597579281464469550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/5597579281464469550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/2009/12/download-gratis-naskah-drama-teater.html' title='Download Gratis Naskah Drama dan Monolog  (Teater)'/><author><name>Sastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09801804454912673783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-LA9LTddfKPI/ThIC6ihr5gI/AAAAAAAAAMM/7KzQjsL1Tdo/s220/faisal%2Bmuchtar.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3329877874722483145.post-8675531981205642965</id><published>2008-10-12T06:49:00.000-07:00</published><updated>2011-07-13T13:16:05.814-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Polog'/><title type='text'>Prolog</title><content type='html'>Bersama senyum Tuhan yang selalu menuntun umatnya untuk berbuat kebajikan, dan didorong oleh sebuah tanggung jawab pada sebuah cita-cita dan meyakini bahwa untuk mewujudkan pencapaian seni diperlukan usaha yang sungguh-sungguh, maka kami insan insan  seni teater berkumpul, berkerjasama dan mengkoordinasikan untuk mencapai tujuan. Terbentuklah wadah seni teater yang bernama TEATER PELANGI.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3329877874722483145-8675531981205642965?l=teaterpelangi-karawang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/feeds/8675531981205642965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3329877874722483145&amp;postID=8675531981205642965' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/8675531981205642965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3329877874722483145/posts/default/8675531981205642965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teaterpelangi-karawang.blogspot.com/2008/10/prolog.html' title='Prolog'/><author><name>Sastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09801804454912673783</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-LA9LTddfKPI/ThIC6ihr5gI/AAAAAAAAAMM/7KzQjsL1Tdo/s220/faisal%2Bmuchtar.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
